Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemberdayaan UMKM dan kerja sama multilateral melawan kejahatan lintas batas untuk kawasan Asia Pasifik yang tangguh. Pernyataan itu disampaikan dalam sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting di Gyeongju, Korea Selatan. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi inklusif dan ancaman seperti penyelundupan serta korupsi.
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato di sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, pada Jumat waktu setempat. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus inklusif dan menyejahterakan semua pihak, dengan kolaborasi pemerintah dan swasta yang berorientasi pada ekonomi berpusat pada rakyat.
"APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua orang sehingga tidak ada satu pun perekonomian yang tertinggal. Kolaborasi pemerintah-swasta kita perlu berorientasi pada kerja sama dan ekonomi yang berpusat pada rakyat," ujar Presiden Prabowo.
Ia memaparkan langkah Indonesia melalui program nasional pemberdayaan UMKM dan koperasi, termasuk peningkatan akses digital dan keuangan untuk integrasi ke rantai nilai global. "Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini melalui program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi untuk mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan," ungkapnya.
Presiden juga menyoroti ancaman kejahatan lintas batas seperti penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika yang mengancam stabilitas ekonomi kawasan. "Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian. Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita," tegasnya.
Indonesia sedang memerangi korupsi dan pebisnis rakus untuk pertumbuhan adil, dan siap menjadi penghubung antara ekonomi maju dan berkembang. "Kita memerangi korupsi, penipuan, dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil. Pengalaman-pengalaman ini mungkin menempatkan Indonesia sebagai penghubung ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan ke depan," ucap Presiden. Ia menutup dengan ajakan memperkuat kerja sama multilateral. "Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan ini," pungkasnya.