Pratt Institute akan menganugerahi desainer Pribumi Korina Emmerich

Pratt Institute akan memberikan penghargaan Fashion Visionary Award 2026 kepada Korina Emmerich, seorang desainer mode yang berbasis di New York dan berasal dari suku Puyallup. Emmerich mendirikan Emme Studio pada tahun 2015, yang memadukan warisan budaya Pribumi dengan praktik berkelanjutan. Pengakuan ini menyoroti kontribusinya terhadap keadilan sosial dan iklim dalam dunia mode.

Korina Emmerich, yang memiliki akar dari suku Puyallup, akan menerima Pratt Fashion Visionary Award pada tahun 2026 dari sekolah seni dan desain di New York tersebut. Merek miliknya, Emme Studio, mengintegrasikan tradisi budaya dengan desain mode yang modern dan etis. Pratt Institute menghargai pendekatannya yang sejalan dengan penekanan institusi tersebut pada keberlanjutan, termasuk persyaratan bagi mahasiswa untuk menggunakan bahan yang didaur ulang dalam koleksi mereka. Karya Emmerich telah ditampilkan di berbagai pekan mode dan museum, menantang norma industri konvensional dan mengangkat suara-suara yang kurang terwakili. Acara Pratt Shows: Fashion tahun 2026 mendatang akan merayakan pencapaiannya bersamaan dengan pameran karya mahasiswa. Pratt Institute, yang dikenal dalam membina bakat-bakat baru, memandang desain Emmerich sebagai wadah untuk membangun komunitas dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Artikel Terkait

Eileen Gu turns heads at the 2026 Met Gala in Iris van Herpen's Airo bubble gown releasing real bubbles on the red carpet.
Gambar dihasilkan oleh AI

Eileen Gu wears bubble dress at 2026 Met Gala

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Olympic skier Eileen Gu turned heads on the 2026 Met Gala red carpet with a diaphanous gown made of 15,000 iridescent glass bubbles. The Airo dress, designed by Iris van Herpen with artists A.A.Murakami, released real bubbles as she walked. The look embodied the event's 'Fashion Is Art' theme through scientific and surreal concepts.

Indigenous designers gathered in Santa Fe this past weekend to present new works that merge traditional crafts with contemporary styles at the 2026 SWAIA Native Fashion Week gala and fashion show.

Dilaporkan oleh AI

Jamaica-born designer Rachel Scott, founder of Diotima, has started her role as creative director at Proenza Schouler, marking her as the first Black woman appointed to such a position at an established fashion house. About five months into the job, she manages both brands from her office in New York. Her background in Jamaican craft and recent industry awards shape her approach.

During Paris Fashion Week for fall 2026 women's ready-to-wear collections, several designers presented unconventional hair and makeup styles that deviated from natural glam. These imaginative creations highlighted a spicier approach to beauty on the runways. Labels like Comme des Garçons and Rick Owens stood out with their gravity-defying and otherworldly designs.

Dilaporkan oleh AI

Building on the key collections and trends from Paris Fashion Week Fall/Winter 2026, as previously covered, the event drew a star-studded crowd of celebrities serving as brand ambassadors and style influencers. Front-row appearances built hype for the Oscars red carpet, while a runway controversy and collaborations added edge to the proceedings.

Designers Jacques Wei and Yirantian Guo unveiled their Fall 2026 collections during Shanghai Fashion Week, showcasing unconventional silhouettes and multifaceted womenswear. Wei drew inspiration from icons like Cher and emphasized weird proportions, while Guo categorized her looks for businesswomen, modern housewives, and freelancers. The shows took place at Xintiandi tents and the Labelhood hub.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak