Red Hat meluncurkan platform OpenShift 4.21

Red Hat telah merilis versi 4.21 dari platform OpenShift-nya, memperkenalkan alat untuk meningkatkan operasi cloud hibrida. Pembaruan ini mencakup fitur baru untuk pelatihan AI, autoscaling, dan migrasi mesin virtual. Rilis ini bertujuan mengoptimalkan lingkungan cloud perusahaan.

Pada 3 Februari 2026, Red Hat mengumumkan ketersediaan OpenShift 4.21, platform kontainer berbasis Kubernetes yang dirancang untuk penyebaran cloud hibrida. Perusahaan tersebut menyoroti beberapa peningkatan utama dalam posting resmi di X (sebelumnya Twitter). Di antara kemampuan baru tersebut adalah alat khusus untuk pelatihan AI, yang memungkinkan pengembang mengintegrasikan alur kerja pembelajaran mesin lebih efisien ke dalam pengaturan cloud. Selain itu, platform ini sekarang mendukung autoscaling untuk bidang kontrol yang dihosting, memungkinkan sumber daya menyesuaikan secara dinamis dengan permintaan beban kerja dan meningkatkan efisiensi biaya. Penambahan signifikan lainnya adalah migrasi langsung lintas klaster untuk mesin virtual (VM), yang memfasilitasi perpindahan beban kerja yang mulus antar klaster tanpa downtime. Fitur-fitur ini diposisikan untuk membantu organisasi mencapai fleksibilitas dan kinerja yang lebih besar dalam arsitektur cloud hibrida. «Red Hat @OpenShift 4.21 sudah hadir! 🚀 Optimalkan #HybridCloud Anda dengan alat pelatihan AI baru, autoscaling untuk bidang kontrol yang dihosting, dan migrasi langsung lintas klaster untuk VM,» kata akun Red Hat. Untuk detail lengkap, Red Hat mengarahkan pengguna ke posting blognya tentang rilis tersebut. Pembaruan ini membangun peran OpenShift sebagai solusi perusahaan terkemuka untuk orkestrasi kontainer, menekankan keandalan dan skalabilitas untuk infrastruktur TI modern.

Artikel Terkait

Photo of Red Hat announcing OpenShift 4.20 at KubeCon, featuring stage presentation with AI and security visuals, and an engaged audience.
Gambar dihasilkan oleh AI

Red Hat mengumumkan OpenShift 4.20 di KubeCon

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Di KubeCon + CloudNativeCon, Red Hat mengungkap OpenShift 4.20, versi baru dari platformnya yang bertujuan menyatukan TI perusahaan dari mesin virtual lama hingga beban kerja AI. Rilis ini menekankan keamanan yang ditingkatkan, kemampuan AI yang dipercepat, dan dukungan virtualisasi yang diperluas. Pengumuman tambahan menyoroti efisiensi pelanggan dan kemajuan open source.

Red Hat diakui sebagai pemimpin di pasar platform kontainer multicloud oleh perusahaan riset independen Forrester. Evaluasi tersebut menyoroti eksekusi kuat perusahaan dan memposisikan platform OpenShift-nya sebagai pilihan kuat bagi perusahaan yang berfokus pada dukungan, keandalan, dan keunggulan teknik.

Dilaporkan oleh AI

Red Hat telah meluncurkan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 10.1 dan 9.7, memperkenalkan peningkatan untuk integrasi AI, mitigasi ancaman kuantum, dan efisiensi operasional. Pembaruan ini dibangun di atas RHEL 10 untuk menciptakan fondasi komputasi yang lebih cerdas. Rilis ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan antara AI dan Linux sambil menyederhanakan manajemen.

Platform Rubin milik NVIDIA menandai era baru dalam AI, menekankan penalaran terintegrasi dan koordinasi daripada sekadar kekuatan komputasi. Perusahaan tersebut bermitra dengan SUSE untuk mengintegrasikan platform ini dengan alat Linux dan manajemen Rancher milik SUSE. Kolaborasi ini bertujuan memberikan fondasi yang kuat untuk penskalaan operasi AI di perusahaan.

Dilaporkan oleh AI

Survei CNCF terbaru mengungkapkan bahwa teknologi cloud native telah menjadi infrastruktur inti yang kokoh di organisasi. Kubernetes banyak diadopsi di lingkungan produksi, menurut temuan tersebut. Kematangan operasional memainkan peran kunci dalam mengelola beban kerja AI.

Network World meneliti keadaan saat ini distribusi Linux enterprise untuk aplikasi jaringan di 2026. Analisis membandingkan Red Hat Enterprise Linux 10, SUSE Linux Enterprise Server 16, dan Ubuntu dengan sistem operasi jaringan terkemuka seperti SONiC dan Nvidia Cumulus.

Dilaporkan oleh AI

SUSE telah merilis Trento 3.0, pembaruan signifikan yang dirancang untuk meningkatkan pengelolaan sistem SAP pada SUSE Linux Enterprise Server. Versi baru ini memperkenalkan fitur untuk operasi yang lebih sederhana dan integrasi AI canggih. Diumumkan pada 5 Januari 2026, bertujuan meningkatkan efisiensi bagi pengguna perusahaan.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak