Platform Rubin milik NVIDIA menandai era baru dalam AI, menekankan penalaran terintegrasi dan koordinasi daripada sekadar kekuatan komputasi. Perusahaan tersebut bermitra dengan SUSE untuk mengintegrasikan platform ini dengan alat Linux dan manajemen Rancher milik SUSE. Kolaborasi ini bertujuan memberikan fondasi yang kuat untuk penskalaan operasi AI di perusahaan.
Pengumuman tersebut menyoroti pergeseran penting dalam pengembangan AI perusahaan. Menurut SUSE, platform Rubin NVIDIA menandakan bahwa AI sekarang membutuhkan lebih dari sekadar komputasi mentah; ia menuntut kemampuan penalaran terintegrasi dan koordinasi.
Justin Boitano, wakil presiden Produk AI Perusahaan di NVIDIA, menekankan pentingnya evolusi ini. "AI perusahaan telah berpindah dari pilot ke kritis misi, membutuhkan fondasi kelas industri—dan kolaborasi kami dengan SUSE sangat mendasar untuk transisi ini," kata Boitano. Ia lebih lanjut menjelaskan manfaat integrasi: "Dengan mengintegrasikan platform Rubin dengan Linux dan manajemen Rancher milik SUSE, kami menyediakan runtime yang kuat untuk pabrik AI modern—memungkinkan setiap organisasi membangun dan menskalakan operasi AI dengan keyakinan penuh."
Kemitraan ini dibangun di atas kebutuhan yang semakin besar akan infrastruktur yang andal dalam penyebaran AI. Keterlibatan SUSE memanfaatkan keahliannya dalam Linux dan manajemen berbasis Kubernetes melalui Rancher, menciptakan lingkungan yang mulus untuk pabrik AI. Kolaborasi ini dibagikan melalui postingan di X (sebelumnya Twitter) oleh SUSE pada 5 Januari 2026, menegaskan dorongan tepat waktu menuju solusi AI kelas industri.
Untuk detail lebih lanjut, pembaca yang tertarik dapat merujuk ke sumber yang terhubung yang disediakan dalam pengumuman.