Roblox capai kesepakatan penyelesaian $12 juta dengan Nevada terkait keamanan anak

Roblox telah menyetujui penyelesaian senilai $12 juta dengan Nevada untuk menyelesaikan klaim terkait keamanan dan eksploitasi anak di platformnya, sekaligus menghindari proses pengadilan. Kesepakatan tersebut mencakup pendanaan untuk program dukungan anak serta langkah-langkah keamanan baru seperti verifikasi usia yang ditingkatkan. Jaksa Agung Nevada Aaron Ford menyambut baik kesepakatan tersebut sebagai langkah menuju lingkungan daring yang lebih aman bagi anak-anak.

Roblox mengumumkan penyelesaian tersebut minggu ini di tengah tantangan hukum yang sedang berlangsung dari berbagai negara bagian. Kesepakatan tersebut mengalokasikan $10 juta selama tiga tahun untuk program anak-anak lokal, seperti Boys and Girls Club, dan kelompok pendukung non-digital. Tambahan $2,5 juta akan mendanai posisi penghubung penegak hukum dan kampanye kesadaran keamanan daring, menurut perincian kesepakatan dengan kantor Jaksa Agung Nevada Aaron Ford. Ford menyatakan, 'penyelesaian ini akan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak kita saat daring, dan saya berharap ini akan menjadi tolok ukur bagi bagaimana platform interaktif daring mengizinkan pemuda di negara bagian kita menggunakan produk mereka.' Perusahaan akan memperkenalkan protokol keamanan yang lebih ketat, termasuk sistem verifikasi usia yang menggunakan estimasi wajah yang dipadukan dengan identitas resmi pemerintah. Hal ini akan membatasi anak-anak untuk hanya mengobrol dengan pemain seusia. Pengguna di bawah usia 16 tahun tidak dapat mengirim pesan kepada orang dewasa kecuali telah ditetapkan sebagai 'teman tepercaya' melalui kode QR, guna memastikan adanya hubungan sebelumnya. Kontrol orang tua kini diperluas hingga ke akun berusia 16 tahun, naik dari sebelumnya 13 tahun. Roblox akan membuat akun khusus anak-anak yang membatasi konten dewasa dan menampilkan permainan yang telah diperiksa untuk pemain yang lebih muda. Langkah-langkah ini melengkapi pembaruan terbaru untuk akun Roblox Kids, yang ditujukan bagi usia lima hingga delapan tahun, dan akun Roblox Select untuk usia sembilan hingga 15 tahun, keduanya dengan batasan konten dan obrolan. Meskipun telah mencapai resolusi ini, Roblox masih menghadapi gugatan yang sedang berlangsung dari beberapa negara bagian termasuk Kentucky, Iowa, Louisiana, dan Texas atas tuduhan memfasilitasi eksploitasi seksual anak.

Artikel Terkait

Illustration of Discord users facing mandatory teen settings and age verification prompts amid privacy backlash.
Gambar dihasilkan oleh AI

Discord defaults all users to teen settings with age verification

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Discord announced it will default all accounts to a teen-appropriate experience starting in early March, requiring age verification to access adult content and restricted servers. The move aims to enhance child safety but has sparked backlash over privacy concerns following a recent data breach. Verification options include on-device facial estimation or submitting government IDs.

Los Angeles County has filed a lawsuit against Roblox, alleging the gaming platform engages in deceptive practices and fails to adequately protect children from predators and exploitation. The suit claims Roblox markets itself as safe for young users while its design exposes minors to harm. Roblox strongly disputes the allegations, emphasizing its ongoing safety improvements.

Dilaporkan oleh AI

Roblox is introducing three age-specific account types to improve safety for younger users amid growing regulatory pressure. The tiers, Roblox Kids for ages 5-8, Roblox Select for 9-15, and standard Roblox for 16 and older, will roll out globally starting mid-May or early June. Restrictions on chat and content access will vary by age group.

Spain's Prime Minister Pedro Sanchez has announced plans to ban children under 16 from using social media, following Australia's lead. The legislation, part of broader regulations, could take effect next week with strict age-verification requirements. Sanchez criticized platforms for exposing children to harm and called for accountability from tech executives.

Dilaporkan oleh AI

As countries like Australia and Spain advance bans on social media for children, the Philippines is now considering similar restrictions to protect youth from online risks, though no decision has been reached.

Governments around the world are pushing to restrict children's access to social media, doubting platforms' ability to enforce age limits. TikTok has responded by announcing a new age-detection technology across Europe to prevent users under 13 from joining. This approach aims to balance protection with less drastic measures than outright bans.

Dilaporkan oleh AI

Juries in California and New Mexico last week held Meta and Alphabet's YouTube liable for harms to young users, awarding a total of over $381 million in damages. The cases targeted platform features rather than third-party content, challenging long-standing Section 230 protections. Company lawyers have vowed to appeal the rulings.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak