Dalam pertandingan ketat Grup A Liga Champions CAF, RS Berkane Maroko dan Pyramids FC Mesir berakhir seri 0-0 di Stade Municipal de Berkane. Kedua tim, tak terkalahkan dengan enam poin masing-masing sebelum laga, berbagi poin dalam pertandingan yang ditandai dengan soliditas pertahanan. Hasil ini menjaga keduanya sejajar di puncak grup setelah tiga pekan.
Pekan ketiga Grup A Liga Champions CAF mempertemukan duel yang sangat dinantikan antara RS Berkane dan Pyramids FC pada Sabtu malam. Kick-off pukul 20.00 waktu setempat (GMT+1) di Stade Municipal de Berkane di Berkane, Maroko. Kedua tim datang dengan catatan sempurna, masing-masing meraih dua kemenangan di laga pembuka. RS Berkane tampil mengesankan dengan kemenangan 3-0 kandang atas Power Dynamos dan 2-1 tandang melawan River United. Pyramids FC menyamai dengan mengalahkan River United 3-0 kandang dan menang 1-0 atas Power Dynamos di Zambia. Sejarah head-to-head menambah ketegangan: kedua klub pernah bertemu dua kali di final kontinental, RS Berkane menang 1-0 di Piala Konfederasi 2020 dan Pyramids FC membalikkan di CAF Super Cup 2025. Susunan awal mencerminkan strategi hati-hati. Untuk RS Berkane: Mehdi Maftah di gawang, dibela Ismael Kandouss, Abdelhak Assal, Haytham Manaout, dan Hamza El Moussaoui, dengan gelandang Ayoub Khairi, Mamadou Lamine Camara, Mounir Chouiar, dan Imad Riahi mendukung penyerang Paul Bassène dan Oussama Lamlioui. Pergantian meliputi Zinédine Machach (69'), Youssef Mehri (56'), dan Youness El Kaabi (84'). Pyramids FC berbaris dengan Ahmed El-Shenawy di gawang, didukung Karim Hafez, Mahmoud Marei, Ahmed Samy, dan Mohamed Chibi, bersama Mohanad Lasheen, Walid El Karti, Ahmed Atef, Hamed Hemdan, Mahmoud Zalaka, dan striker Fiston Mayele. Perubahan: Nasser Maher (76'), Marwan Hamdy (76'), Ahmed Tawfik (83'), Mostafa Fathy (84'), dan Ali Gabr (90+1'). Laga berakhir tanpa gol, Pyramids FC mendapat tiga kartu kuning: Mahmoud Marei, Ahmed Samy, dan Mohamed Chibi. Meski seri, kedua tim tetap punya tujuh poin, memanaskan perebutan puncak grup saat mereka mengutamakan ketahanan bertahan di fase kompetitif ini.