Dengan kurang dari 100 hari tersisa menjelang hari pemilihan di bulan November, Partai Demokrat perlu memenangkan empat kursi yang dikuasai Partai Republik untuk mengambil alih kendali Senat AS. Partai Republik berupaya mempertahankan mayoritas mereka di tengah rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap presiden petahana serta tekanan ekonomi akibat perang Iran dan kebijakan tarif.
Koresponden politik NPR, Mara Liasson, menggambarkan kontes ini sebagai persaingan kekuatan yang saling beradu. Partai Demokrat memiliki keunggulan dalam hal antusiasme pemilih dan rendahnya tingkat kepuasan terhadap Presiden Trump yang berada di bawah 40 persen. Partai Republik membalas dengan penggalangan dana yang lebih kuat dan keuntungan dari redistricting yang mengurangi jumlah distrik kompetitif di DPR.
Persaingan kunci di Senat masih terus berubah. Di Michigan, pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada 4 Agustus mempertemukan anggota DPR berhaluan moderat Haley Stevens dengan kandidat progresif Abdul El-Sayed untuk menggantikan Senator Gary Peters yang pensiun. Partai Demokrat di Maine mengganti Graham Platner dengan Troy Jackson, yang akan menantang Senator dari Partai Republik Susan Collins dalam kontes yang diprediksi sangat ketat.
North Carolina menawarkan peluang terbesar bagi Partai Demokrat untuk merebut kursi setelah Senator dari Partai Republik Thom Tillis pensiun. Mantan Gubernur Roy Cooper memimpin atas Michael Whatley dari Partai Republik dalam jajak pendapat awal untuk kursi yang diperebutkan tersebut.