Senegal ditahan imbang 1-1 oleh DR Congo di fase grup AFCON

Senegal tetap tak terkalahkan di Piala Afrika setelah hasil imbang 1-1 dengan DR Congo di Grup D, berkat gol penyeimbang Sadio Mane di Tangier. Cedric Bakambu telah memberi keunggulan bagi Leopards di pertengahan babak kedua. Hasil ini membuat Senegal tetap di puncak grup berdasarkan selisih gol setelah kemenangan pembuka 3-0 atas Botswana.

Pertandingan antara Senegal dan DR Congo berlangsung di Tangier sebagai bagian dari fase grup Piala Afrika. Kedua tim memasuki laga dengan kemenangan di pertandingan pembuka: Senegal mengalahkan Botswana 3-0 dengan dua gol dari Nicolas Jackson, sementara DR Congo mengalahkan Benin 1-0.

Senegal menurunkan Edouard Mendy di gawang, bertahan dengan Bouna Sarr Diatta, Kalidou Koulibaly, Moussa Niakhate, dan Ismail Jakobs, lini tengah diisi Iliman Ndiaye, Idrissa Gueye, Pape Gueye, dan Ismaila Sarr, serta penyerang Nicolas Jackson dan Sadio Mane. DR Congo memulai dengan Lionel Mpasi di gawang, didukung Aaron Wan-Bissaka, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, dan Arthur Masuaku, gelandang Kenneth Moutoussamy, Noah Sadiki, dan Gedeon Kalulu, serta penyerang Cedric Bongonda, Cedric Bakambu, dan Promise David Mbuku.

Babak pertama berakhir tanpa gol meskipun Senegal mendominasi penguasaan bola. Pada menit ke-12, gol Wan-Bissaka dibatalkan karena offside. Jackson melewatkan peluang dari umpan silang Mane, dan Sarr gagal mengenai sasaran dari posisi bagus. Mane melepaskan tembakan di atas mistar, dan tembakan melengkung Pape Gueye ditangkap Mpasi. Mendy melakukan penyelamatan pertamanya dengan menahan tembakan Sadiki.

DR Congo memimpin pada menit ke-60 ketika Bakambu menyundul bola masuk setelah kekacauan dari umpan silang Wan-Bissaka. Senegal menyamakan kedudukan delapan menit kemudian: tembakan Iliman Ndiaye diselamatkan Mpasi, tapi bola pantul jatuh ke Mane, yang menyelesaikannya melewati dua bek di garis gawang.

Senegal menekan untuk kemenangan tapi tak bisa menembus pertahanan, puas dengan satu poin yang mempertahankan posisi teratas Grup D. Hasil imbang ini mencerminkan persaingan ketat antara dua tim dengan sejarah kuat di turnamen—Senegal sebagai favorit bersama dan DR Congo sebagai juara dua kali.

Artikel Terkait

Dramatic illustration of CAF awarding AFCON 2025 to Morocco after disqualifying Senegal, with players refusing medals amid controversy.
Gambar dihasilkan oleh AI

CAF mencopot gelar juara AFCON 2025 dari Senegal, memberikan kemenangan kepada Maroko; Singa mengajukan banding ke CAS karena para pemain menolak medali

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

CAF telah mendiskualifikasi Senegal dari gelaran AFCON 2025 setelah pertandingan final yang kontroversial melawan tuan rumah Maroko, yang menyatakan kemenangan 3-0 untuk Singa Atlas. Federasi Senegal akan menggugat keputusan tersebut di Pengadilan Arbitrase Olahraga, sementara para pemain termasuk Idrissa Gueye menolak untuk mengembalikan medali. Pemerintah menuntut penyelidikan independen atas keputusan tersebut dan potensi korupsi.

Tim nasional sepak bola Senegal memamerkan trofi Piala Afrika di Stade de France, Paris, sebelum pertandingan persahabatan mereka melawan Peru pada hari Sabtu, meskipun gelar juara mereka telah dicabut. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memberikan gelar juara tersebut kepada Maroko menyusul banding atas berakhirnya laga final yang kacau. Senegal telah mengajukan banding atas keputusan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Dilaporkan oleh AI

Maroko telah dinyatakan sebagai juara Piala Afrika 2025 setelah keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) untuk membatalkan kekalahan 1-0 di final dari Senegal. CAF memutuskan bahwa Senegal kehilangan pertandingan karena menolak untuk bermain setelah penalti diberikan kepada tuan rumah. Hasilnya kini tercatat sebagai kemenangan 3-0 untuk Maroko.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak