Seorang pria di Ohio mengaku telah memotong tubuh ayahnya dan menyembunyikan sisa-sisa jenazahnya di dalam koper yang dibuang di sepanjang jalan pedesaan, yang ditemukan oleh anak-anak hampir tiga dekade lalu. Kasus yang sempat tidak terpecahkan hingga baru-baru ini tersebut, berujung pada dakwaan penipuan federal terhadap Larry Drotleff karena terus menerima tunjangan mendiang ayahnya. Pihak berwenang berhasil mengidentifikasi korban melalui tes DNA tingkat lanjut.
Pada 1 Februari 1998, anak-anak menemukan sebuah koper berisi potongan tubuh pria tak dikenal di sepanjang Winkler Hill Road di Dover Township, Tuscarawas County, sekitar 85 mil di selatan Cleveland. Koper kedua yang berisi sisa tubuh dari orang yang sama ditemukan seminggu kemudian di sebuah jalan yang berjarak 15 mil. Kantor Sheriff Tuscarawas County melakukan penyelidikan namun tidak dapat mengidentifikasi korban saat itu, meskipun tes DNA mengaitkan potongan-potongan tersebut dengan satu individu. Korban tetap anonim selama lebih dari dua dekade. Kasus ini dibuka kembali pada tahun 2023 dengan metode DNA yang lebih canggih, yang mengidentifikasi sisa-sisa jenazah tersebut sebagai milik Lawrence A. Drotleff, yang berusia sekitar 93 tahun. Dalam sebuah wawancara pada Januari 2024, Larry Drotleff, putra korban, mengaku menemukan ayahnya meninggal di rumah yang mereka tinggali bersama. Dia mengatakan bahwa dirinya memotong tubuh tersebut menggunakan gergaji tangan manual dan membuang bagian-bagian tubuh itu ke dalam koper dan tempat sampah di dekat tempat kerjanya. Tes DNA mengonfirmasi Larry sebagai putra kandung korban. Meskipun tidak ada dakwaan pembunuhan yang diajukan karena undang-undang pembatasan masa kedaluwarsa di Ohio telah terlampaui, Larry Drotleff menghadapi dakwaan federal di Distrik Utara Ohio karena mencuri tunjangan sekitar $250.000. Jaksa menduga dia mengambil $111.485 dalam bentuk pembayaran Jaminan Sosial dan $135.040 dari dana pensiun General Electric antara Februari 1998 dan September 2010, karena setoran terus berlanjut tanpa mengetahui adanya kematian tersebut. Kantor sheriff menggambarkan perlakuan terhadap jenazah tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dimaafkan, yang didorong oleh keserakahan, meskipun mereka telah mengesampingkan adanya tindak pembunuhan.