Otoritas Korea Selatan sedang menyelidiki penipuan tiket, pembelian otomatis, dan penjualan kembali ilegal untuk konser kembalinya BTS yang gratis di Lapangan Gwanghwamun pada 21 Maret 2026—pertunjukan langsung pertama grup tersebut sejak wajib militer. Laporan penipuan bermunculan di tengah daya tarik acara yang masif hingga 260.000 penggemar, memicu penguatan keamanan seiring persiapan yang semakin intensif.
Penyelidikan ini menyusul permintaan dari platform tiket Nol Universe, yang melaporkan program otomatis merebut tiket, menurut Korean Herald. Polisi sedang memeriksa tiga kasus kriminal di mana penipu menggunakan bot untuk mengamankan tiket dan mencuri data pribadi, dengan korban kehilangan 150.000–300.000 won ($102–$204) tanpa menerima akses. \n\nKementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menemukan 1.868 listing penjualan kembali di platform barang bekas, menurut Chosun Daily, dan mendesak penyelidikan atas empat kasus yang melibatkan 105 tiket premium berharga tinggi. \n\nKeamanan ditingkatkan dengan 4.800 petugas polisi, termasuk unit mobile dan pasukan khusus untuk ancaman seperti serangan atau terorisme. KT Corporation akan menutup gedung terdekatnya pada 21 Maret, membatasi akses di tengah kerumunan penggemar. \n\nIni melanjutkan persiapan awal untuk pertunjukan satu jam tersebut, yang terjual habis seketika dan meluncurkan tur dunia ARIRANG BTS mulai 9 April di 34 kota, ditayangkan di Netflix.