Stefanik menangkis tuduhan Tapper bahwa Trump menyerukan genosida di Iran

Anggota DPR Elise Stefanik membela Presiden Donald Trump atas klaim pembawa acara CNN Jake Tapper yang menyatakan bahwa Trump menyerukan genosida di Iran dalam wawancara hari Minggu di program State of the Union. Tapper membandingkan unggahan Trump di Truth Social dengan seruan di kampus yang sebelumnya disebut Stefanik sebagai genosida. Stefanik bersikeras bahwa Trump hanya menargetkan rezim Iran dan mengaitkan pernyataannya tersebut dengan keberhasilan mendorong gencatan senjata.

Dalam program CNN State of the Union edisi hari Minggu, pembawa acara Jake Tapper menanyai Anggota DPR Elise Stefanik (R-NY) mengenai unggahan di Truth Social oleh Presiden Trump yang mengancam akan melenyapkan peradaban Iran. Tapper menyamakannya dengan protes pro-Hamas di kampus di mana para mahasiswa menyerukan 'From the river to the sea,' yang sebelumnya disebut Stefanik sebagai seruan genosida terhadap kaum Yahudi. 'Jadi agar jelas, Anda yakin bahwa memusnahkan seluruh peradaban adalah tindakan genosida dan tidak boleh ada seorang pun yang menyerukan hal seperti itu?' tanya Tapper. Stefanik menegaskan bahwa genosida adalah tindakan salah dan mengingat kembali saat ia mendesak para rektor universitas mengenai apakah seruan semacam itu melanggar kode etik, serta mengkritik sikap ambigu mereka soal konteks. Stefanik membela diri dengan mengatakan bahwa Trump merujuk pada 'rezim teroris Iran' untuk memaksa diadakannya negosiasi. 'Dan apa hasilnya? Hal itu membawa pihak Iran ke meja perundingan. Itu memicu gencatan senjata,' ujarnya kepada Tapper. Ia mencatat bahwa pernyataan keras Trump ditujukan kepada rezim yang mendanai Hamas dan Hizbullah di tengah meningkatnya antisemitisme. Tapper bersikeras, 'Dia mengatakan seluruh peradaban akan mati,' namun Stefanik mengulangi bahwa pernyataan itu berfokus pada rezim dan terbukti efektif. Perdebatan memanas saat Tapper menuduh Stefanik tidak konsisten karena mengutuk seruan mahasiswa namun tidak mengutuk Trump. 'Seorang mahasiswa berusia 20 tahun... itu layak dikutuk, tetapi seorang Presiden... yang sebenarnya memiliki—' ujar Tapper terputus. Stefanik menyela, bertanya apakah Tapper juga mengutuk serangan terhadap mahasiswa Yahudi, tindakan meludah, penggunaan swastika, dan perusakan properti. Tapper menjawab, 'Saya tidak butuh pelajaran tentang bagaimana rasanya menjadi mahasiswa Yahudi.' Stefanik menuduhnya bersikap ambigu seperti para rektor universitas tersebut. Saat segmen berakhir, Stefanik menyatakan, 'Presiden Trump tidak menyerukan genosida. Memalukan bagi CNN untuk mengatakan hal itu.' Kemudian pada hari yang sama, ia membagikan klip tersebut di X, dengan keterangan yang mengkritik Tapper karena secara keliru membandingkan Trump dengan kelompok antisemit pro-Hamas.

Artikel Terkait

Dramatic split-image illustration of Trump issuing Strait of Hormuz threat on Truth Social contrasted with outraged Democrats condemning it as genocidal in Congress.
Gambar dihasilkan oleh AI

Demokrat kecam ancaman Trump terhadap peradaban Iran

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Presiden Donald Trump memberikan peringatan di Truth Social pada hari Selasa bahwa 'seluruh peradaban akan mati malam ini' kecuali Iran membuka kembali Selat Hormuz paling lambat pukul 8 malam ET. Puluhan anggota Kongres dari Partai Demokrat mengecam retorika tersebut sebagai tindakan yang tidak waras dan genosida, menyerukan pencopotan jabatannya, serta mendesak militer untuk menolak perintah ilegal. Sebagian besar anggota Partai Republik tetap bungkam atau mendukung, meskipun beberapa mengkritik penggunaan bahasa tersebut.

Selama siaran hari Sabtu acara 'The Weekend: Primetime' di MS NOW, mantan MSNBC, co-host Antonia Hylton mengkritik bahasa yang digunakan Presiden Donald Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk menggambarkan Iran dan proksinya. Hylton menyebut retorika tersebut arogan dan rasis, menuduhnya menggambarkan orang Iran sebagai orang liar dan submanusia. Segmen tersebut menyoroti kekhawatiran atas pesan di tengah aksi militer AS yang sedang berlangsung terhadap rezim Iran.

Dilaporkan oleh AI

Pembawa acara CNN Michael Smerconish menepis seruan Partai Demokrat untuk memberlakukan Amandemen ke-25 terhadap Presiden Donald Trump, dengan berargumen bahwa unggahan media sosialnya yang provokatif terhadap Iran mencerminkan strategi yang diperhitungkan, bukan ketidakstabilan. Smerconish menyoroti laporan mengenai proses pertimbangan di balik keputusan Trump untuk meluncurkan Operation Epic Fury, yang kontras dengan retorika publiknya. Gencatan senjata muncul 90 menit sebelum tenggat waktu Trump.

Para pendukung muda Presiden Donald Trump menyuarakan kekecewaan terkait perang yang sedang berlangsung di Iran dalam acara Conservative Political Action Conference di Grapevine, Texas, yang menunjukkan adanya perpecahan antargenerasi dalam basis Partai Republik. Satu bulan setelah serangan AS bersama Israel, para hadirin memperdebatkan intervensi militer sementara para konservatif yang lebih tua mendukung kampanye tersebut. Trump absen dalam acara ini untuk pertama kalinya dalam satu dekade di tengah ketegangan yang terjadi.

Dilaporkan oleh AI

Presiden Donald Trump pada hari Senin memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menargetkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran paling lambat Selasa malam kecuali kesepakatan tercapai untuk membuka Selat Hormuz. Selama konferensi pers di Gedung Putih, ia merinci misi penyelamatan yang sukses terhadap dua penerbang AS yang jatuh, sambil menghindari pertanyaan mengenai potensi kejahatan perang. Iran menolak usulan gencatan senjata di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung oleh mediator regional.

Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dalam perang dengan Iran pada hari Selasa, yang memicu perpecahan tajam di antara pendukung Partai Republik dan MAGA. Sementara para pemimpin militer AS memuji kerusakan signifikan terhadap kemampuan Iran, tokoh-tokoh konservatif memperdebatkan manfaat gencatan senjata tersebut di tengah ketegangan yang terus berlanjut di Selat Hormuz. Wakil Presiden J.D. Vance dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk melakukan negosiasi.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Pembawa acara Daily Wire Michael Knowles dan jurnalis Mehdi Hasan memperdebatkan apakah Presiden Donald Trump telah menjunjung tinggi norma konstitusional dalam acara pada 5 Mei yang diselenggarakan oleh Dartmouth Political Union. Jajak pendapat audiens yang dilakukan penyelenggara menunjukkan pergeseran kecil ke arah posisi Knowles di akhir acara.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak