MV Stray Kids tuai tuduhan plagiarisme diri akibat sutradara yang sama

Warganet menuduh sutradara video musik pra-rilis terbaru Stray Kids menggunakan kembali konsep dari lagu THE BOYZ tahun 2024 berjudul TRIGGER. Video-video tersebut disutradarai oleh orang yang sama, yakni Son Seung Hee dari HIGHQUALITYFISH, yang juga dikenal sebagai SAMSON. Diskusi kini beralih dari tuduhan plagiarisme menjadi klaim daur ulang karya sendiri.

Warganet Korea menyoroti kemiripan lokasi syuting, arahan, gaya busana, tata rias, dan komposisi visual antara video Stray Kids tahun 2026 yang berjudul RUN IT dengan karya THE BOYZ sebelumnya. Sebuah unggahan viral mencatat bahwa kemiripan tersebut menjadi lebih jelas saat menyaksikan video secara utuh dibandingkan hanya melihat gambar diam.

Keterlibatan sang sutradara mengubah nada kritik, di mana banyak pihak kini menuduh Son Seung Hee melakukan plagiarisme terhadap karya sendiri alih-alih menyasar Stray Kids. Dalam sebuah komentar yang kembali mencuat, ia menyatakan bahwa proyek tersebut bertujuan untuk menangkap warisan budaya Korea dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh Stray Kids, menggunakan simbolisme Taegeuk yin-yang.

Beberapa warganet mempertanyakan pengawasan JYP Entertainment dalam menyetujui konsep tersebut, sementara yang lain membela para idola dengan menyatakan bahwa mereka biasanya tidak memilih set atau mengarahkan visual. Penggemar THE BOYZ mengungkapkan kekecewaan karena karya grup idola mereka terseret dalam perdebatan ini.

Artikel Terkait

Grup wanita VVS secara terbuka menuduh ILLIT meniru visual dari lagu mereka dalam video musik kolaborasi baru tersebut.

Dilaporkan oleh AI

Sunoo dari ENHYPEN dan Wonhee dari ILLIT mengunggah video TikTok saat menarikan lagu Tell Me milik Wonder Girls, yang memicu reaksi beragam dari para penggemar yang melihatnya sebagai acuan terhadap penampilan NewJeans pada tahun 2022.

Stray Kids mengungkap rangkaian tanggal tahap pertama untuk tur dunia terbaru mereka, "RUN IT", pada 23 Juni. Grup K-Pop tersebut akan memulai tur dengan rangkaian konser selama lima hari di Seoul sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepang dan beberapa kota di Asia Tenggara.

Dilaporkan oleh AI

Rapper Epik High, Tablo, membahas ketatnya penyensoran musik di Korea dalam episode podcast baru-baru ini, menyoroti kasus tidak biasa yang melibatkan salah satu lagu grup tersebut. Pengungkapan ini memicu perdebatan daring yang luas mengenai prioritas sistem tersebut.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak