Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan juru bicara Gerindra Bahtra Banong menanggapi kritik mantan Wamenlu Dino Patti Djalal terhadap frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Teddy menjelaskan kunjungan tersebut bertujuan membangun hubungan dekat dengan pemimpin dunia di tengah krisis global seperti di Ukraina dan Timur Tengah. Ia menyatakan biaya tambahan ditanggung pribadi Prabowo dan rombongan dikurangi menjadi 50-60 orang dari lebih 120 orang sebelumnya.
Bahtra menegaskan perjalanan membawa misi negara dan menghasilkan kesepakatan senilai 3,5 miliar dolar AS dari kunjungan ke Prancis pada Mei 2026. Ia menambahkan diplomasi tingkat kepala negara memerlukan pertemuan langsung.
Teddy mengapresiasi masukan Dino namun meminta kritik tidak mengaburkan capaian yang diperoleh. Dino menjabat wamenlu sekitar tiga bulan pada 2014.