Pada 11 Maret, sepuluh saham yang terdaftar di Bursa Saham Nasional (NSE) dengan kapitalisasi pasar di atas Rs 1.000 crore mengalami harga penutupan yang jatuh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari mereka, menandakan potensi penurunan menurut analisis teknikal. Perkembangan ini, yang diidentifikasi melalui data dari stockedge.com, menyoroti pergeseran di bawah garis tren jangka panjang untuk perusahaan-perusahaan ini. Pedagang memandang persilangan semacam itu sebagai indikator negatif untuk tren saham.
Bursa Saham Nasional (NSE) di India melacak berbagai indikator teknikal untuk mengukur kinerja saham, dengan rata-rata pergerakan 200 hari (DMA) berfungsi sebagai alat utama untuk menilai tren jangka panjang. Ketika harga penutupan saham turun di bawah rata-rata ini, hal itu diinterpretasikan sebagai sinyal bearish, yang menunjukkan bahwa harga telah menyimpang dari garis tren yang berkepanjangan. Pada 11 Maret, pemindaian teknikal dari stockedge.com mengungkapkan bahwa sepuluh saham seperti itu, masing-masing dengan kapitalisasi pasar melebihi Rs 1.000 crore, mengalami breakout negatif ini. Saham yang terdampak meliputi: - TVS Srichakra, dengan 200 DMA di Rs 3.645,29 dan harga perdagangan terakhir (LTP) di Rs 3.574,90. - Dolphin Offshore Enterprises (India), 200 DMA di Rs 410,57 dan LTP di Rs 403,85. - Carraro India, 200 DMA di Rs 488,65 dan LTP di Rs 481,75. - Signpost India, 200 DMA di Rs 232,82 dan LTP di Rs 230,05. - BlackBuck, 200 DMA di Rs 580,70 dan LTP di Rs 574,80. - Flair Writing Industries, 200 DMA di Rs 304,28 dan LTP di Rs 302,10. - United Spirits, 200 DMA di Rs 1.386,59 dan LTP di Rs 1.382,10. - Azad Engineering, 200 DMA di Rs 1.616,20 dan LTP di Rs 1.611,60. - Triveni Engineering & Industries, 200 DMA di Rs 368,22 dan LTP di Rs 367,40. - Muthoot Finance, 200 DMA di Rs 3.168,81 dan LTP di Rs 3.163,90. Peristiwa ini menggarisbawahi penggunaan rata-rata pergerakan dalam strategi perdagangan, di mana perdagangan yang berkelanjutan di bawah 200 DMA dapat mendorong investor untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut. Data mencerminkan harga penutupan dari hari perdagangan tersebut, memberikan gambaran momentum pasar untuk perusahaan-perusahaan ini di berbagai sektor.