Tesla telah merilis video promosi yang memperlihatkan pengemudi tidak mengawasi sistem Full Self-Driving (FSD) milik mereka, bahkan saat perusahaan tersebut menghadapi gugatan hukum terkait senilai hingga $14,5 miliar. Video-video tersebut termasuk satu unggahan pada 26 Mei yang memperlihatkan pengemudi sedang membuat espresso dan satu lagi pada 9 Juni yang direkam di Denmark di mana sistem tersebut melanggar peraturan lalu lintas. Klip-klip ini bertentangan dengan argumen hukum Tesla bahwa pengemudi harus selalu mengawasi teknologi tersebut.
Pada 26 Mei, Tesla membagikan video di X yang memperlihatkan seorang pengemudi mengoperasikan mesin espresso portabel saat menggunakan FSD Supervised, dengan keterangan yang mengajak penonton untuk “Mencobanya sendiri.” Unggahan tersebut telah mendapatkan 5,6 juta penayangan.
Dua minggu kemudian pada 9 Juni, Tesla Europe mengunggah rekaman untuk merayakan persetujuan FSD di Denmark. Surat kabar Denmark Politiken mengidentifikasi berbagai pelanggaran dalam video tersebut di dekat Rådhuspladsen di Kopenhagen, termasuk berkendara di jalur khusus bus, belokan kanan ilegal, mengabaikan rambu dilarang masuk, dan melintas di jalur sepeda. FDM, asosiasi otomotif Denmark, menggambarkan temuan tersebut sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.
Tesla tetap berpegang pada argumen di pengadilan bahwa pengemudi memikul tanggung jawab untuk mengawasi FSD setiap saat. Posisi ini diuji pada Februari 2026 ketika juri memutuskan ganti rugi sebesar $243 juta dalam kasus kecelakaan Autopilot Benavides. Perusahaan kini menghadapi puluhan gugatan serupa dan investigasi NHTSA yang masih terbuka, yang mencakup 3,2 juta kendaraan.