Thomas Frank menepis kemungkinan kembali melatih musim panas ini

Mantan manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, telah mengonfirmasi bahwa ia tidak akan mengambil peran kepelatihan lagi pada musim panas ini. Pria berusia 52 tahun tersebut mengatakan bahwa waktunya belum tepat setelah kepergiannya dari klub pada bulan Februari.

Frank, yang diberhentikan kurang dari setahun setelah memimpin Tottenham, mengeluarkan pernyataan yang berterima kasih kepada para pendukung atas pesan-pesan mereka. Ia merefleksikan waktunya di klub secara positif meskipun hasil pertandingan yang menantang, serta memuji staf yang bekerja di balik layar. Pelatih asal Denmark ini berencana menggunakan beberapa bulan mendatang untuk belajar, mengamati para pemimpin lain, serta menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya. Ia juga akan meliput Piala Dunia FIFA 2026 untuk televisi Denmark dan BBC Sport, serta menghadiri Tour de France. Frank mengakui adanya ketertarikan dari klub lain, termasuk Crystal Palace dan Fulham, namun menyatakan bahwa ia belum siap untuk kembali dalam waktu dekat. "Bagi saya, musim panas ini bukan waktu yang tepat untuk kembali ke dunia manajerial," ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia berharap dapat kembali menjalankan peran tersebut ketika waktunya sudah tepat.

Artikel Terkait

Thomas Tuchel at a press conference committing to England manager role after World Cup semi-final defeat.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tuchel berkomitmen untuk terus melatih Inggris setelah tersingkir di semifinal Piala Dunia

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Thomas Tuchel telah mengonfirmasi bahwa dirinya tetap berkomitmen penuh untuk melatih timnas Inggris hingga Euro 2028 menyusul kekalahan 2-1 di semifinal dari Argentina pada Piala Dunia FIFA 2026. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tetap mendukung pelatih asal Jerman tersebut meskipun terdapat seruan agar ia dipecat.

Crystal Palace telah menunjuk Pierre Sage sebagai pelatih kepala baru mereka dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Pria berusia 47 tahun asal Prancis tersebut menggantikan Oliver Glasner, yang memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya pada akhir musim.

Dilaporkan oleh AI

Mauricio Pochettino menyebut perjuangan Tottenham Hotspur untuk menghindari degradasi dari Premier League sebagai sesuatu yang 'sangat menyedihkan'. Mantan manajer Spurs yang membawa klub tersebut ke final Liga Champions ini berbicara secara emosional mengenai ikatan kuatnya dengan tim tersebut. Ia menyampaikan komentar tersebut dalam podcast Stick to Football milik The Overlap.

Tom Byer urged Korean football to build a long-term youth development system after the national team's group-stage exit at the 2026 World Cup.

Dilaporkan oleh AI

Bayer Leverkusen telah menunjuk Carles Martínez sebagai pelatih kepala baru mereka dengan kontrak berdurasi dua tahun. Pria berusia 42 tahun asal Spanyol tersebut menggantikan Kasper Hjulmand di BayArena.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak