Tim Berners-Lee memperkenalkan asisten AI miliknya, Charlie, dalam sebuah acara di SXSW London pada hari Rabu. Alat ini dirancang untuk memberikan kendali kepada pengguna atas data pribadi mereka saat berinteraksi dengan model bahasa besar.
Berners-Lee, penemu web, mengembangkan Charlie melalui perusahaannya, Inrupt, bersama CEO John Bruce. Agen tersebut menyimpan data pengguna dalam brankas pribadi dan memerlukan izin eksplisit sebelum membagikan detail apa pun kepada layanan eksternal.
Charlie juga menerapkan teknik obfuskasi untuk membatasi jumlah informasi yang sampai ke model seperti ChatGPT atau Claude. Bruce mencatat bahwa bank kemungkinan akan menjadi salah satu mitra pertama yang menawarkan teknologi ini.
Berners-Lee menyatakan kepuasannya atas peluncuran tersebut, menggambarkannya sebagai sesuatu yang sangat membanggakan melihat agen tersebut menjangkau pengguna. Sistem ini bertujuan untuk mencegah data pribadi disimpan secara permanen oleh platform teknologi besar.