Startup Turki klaim semprotan vulkanik dapat sembunyikan drone dari radar

Sebuah startup asal Turki mengajukan pelapis baru berbahan material vulkanik yang diklaim dapat melindungi drone militer berbiaya rendah dari deteksi radar musuh.

Perusahaan tersebut mengusulkan untuk menyemprotkan basalt dan batu apung ke permukaan drone. Mereka menyatakan bahwa metode ini akan mengurangi visibilitas radar pada model-model drone murah di medan perang.

Artikel Terkait

A team from Xidian University has developed a car-mounted microwave wireless power system that kept fixed-wing drones airborne for up to 3.1 hours. The system uses GPS positioning, dynamic tracking, and onboard flight controls to maintain alignment between the emitter and drone during flight. The findings were published on March 25 in the peer-reviewed journal Aeronautical Science & Technology.

Dilaporkan oleh AI

The Swedish Coast Guard has submitted a plan to the government to protect its vessels from rising threats in the Baltic Sea. The agency is introducing new weapons, jammers and training to handle drones and hybrid attacks.

France’s land army is advancing its modernization through drone integration. A report details trials of dropping mini-drones from a Gazelle helicopter.

Dilaporkan oleh AI

Ukrainian President Volodymyr Zelenskyy sarcastically responded to remarks by Rheinmetall CEO Armin Papperger on Ukrainian drone production. In an interview with The Atlantic, Papperger likened the technology to playing with Lego blocks by housewives using kitchen 3D printers. Zelenskyy retorted that any Ukrainian housewife could then be Rheinmetall's CEO.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak