Penemu membangun sistem laser berbasis AI untuk membasmi nyamuk

Steven Cheng telah mengembangkan serangkaian purwarupa bertenaga AI yang menggunakan laser untuk membidik dan membasmi nyamuk. Sistem portabel ini menggabungkan visi komputer, pembelajaran mendalam, dan sensor inframerah untuk pelacakan yang presisi.

Cheng menghabiskan empat bulan untuk menciptakan meriam bergaya artileri yang dipandu oleh visi komputer dan pembelajaran mendalam. Ia melengkapi versi 3.0 dengan pelacakan multi-sensor, gimbal berkecepatan tinggi yang berputar dalam 0,6 detik dengan presisi 0,001 derajat, serta peluncur mainan bergaya Gatling. Pengaturan ini mengandalkan kamera DSLR Canon dengan lensa zoom pembesaran tinggi. Perangkat lunak mengidentifikasi nyamuk sekaligus mendeteksi manusia dan bahan yang mudah terbakar untuk mencegah bahaya yang tidak disengaja, dengan memutus daya laser jika diperlukan. Versi-versi berikutnya menambahkan roda untuk mobilitas, desain senjata Gatling, dan visi inframerah untuk penggunaan malam hari. Cheng mendokumentasikan proyek tersebut di X dan mencatat bahwa penelitian ini melibatkan tak terhitung banyaknya gigitan nyamuk. Perangkat terpisah yang didanai melalui urun dana bernama Photon Matrix, yang juga menggunakan laser terhadap serangga, diperkirakan akan mulai dikirimkan musim panas ini dengan harga mulai dari sekitar $500.

Artikel Terkait

A volunteer receiving a needle-free vaccine in a lab with AI-designed virus models in the background.
Gambar dihasilkan oleh AI

Kandidat vaksin "pan-sarbecovirus" rancangan AI laporkan sinyal awal keamanan dan respons imun dalam uji coba manusia pertama

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Kandidat vaksin berbasis DNA tanpa jarum yang dirancang menggunakan metode pembelajaran mesin (machine learning) telah menyelesaikan studi Fase 1 pertama pada manusia di Inggris. Para peneliti melaporkan bahwa vaksin tersebut dapat ditoleransi dengan baik dan memicu respons imun terhadap berbagai virus dalam kelompok sarbecovirus, yang mencakup SARS-CoV, SARS-CoV-2, dan virus corona kelelawar yang terkait.

Alex Toussaint and Clovis Piedallu have created a 40-gram autonomous drone that detects and eliminates mosquitoes in flight using their acoustic signature.

Dilaporkan oleh AI

China presented portable laser weapons for soldiers to shoot down drones at a defence equipment exhibition in Beijing.

Para peneliti telah menggunakan fag yang dimodifikasi secara genetik untuk memanfaatkan imunitas vaksin yang sudah ada sebelumnya guna menghancurkan sel kanker pada tikus. Pendekatan ini berhasil membasmi tumor pada 44 persen hewan yang diobati tanpa ada kekambuhan setelah satu tahun.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti di MIT telah menemukan bahwa cahaya laser yang kacau dapat mengatur dirinya sendiri menjadi berkas sinar yang sangat terfokus, sehingga memungkinkan pencitraan 3D pada sawar darah otak 25 kali lebih cepat daripada metode saat ini. Teknik ini memungkinkan pengamatan waktu nyata terhadap obat yang masuk ke dalam sel otak tanpa memerlukan penanda fluoresen. Terobosan ini dapat mempercepat pengembangan pengobatan untuk penyakit neurologis seperti Alzheimer dan ALS.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak