USM Alger meraih gelar Piala Konfederasi CAF untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Zamalek dalam adu penalti yang berlangsung hingga 17 tendangan di Kairo, membalikkan defisit dari leg pertama.
USM Alger tiba di Mesir dengan keunggulan 1-0 dari leg pertama di Aljir. Zamalek merespons dengan cepat pada pertandingan kedua, memimpin setelah lima menit melalui penalti yang dikonversi oleh Dabbagh. Pertandingan tetap berlangsung ketat sebelum dilanjutkan ke babak adu penalti yang panjang di mana kedua tim berhasil mengonversi 16 percobaan pertama mereka. Glody Likonza mencetak penalti ke-17 yang menentukan untuk mengamankan trofi tersebut.