Inflasi gros naik 0,5% di Januari

Laporan Indeks Harga Produsen menunjukkan bahwa inflasi gros untuk permintaan akhir naik 0,5% pada Januari. Angka ini melampaui ekspektasi ekonom sebesar kenaikan 0,3% dan mengikuti peningkatan 0,4% pada Desember. PPI inti, tidak termasuk pangan dan energi, naik 0,8% selama bulan tersebut.

Biro Statistik Tenaga Kerja merilis data Indeks Harga Produsen terbaru, yang menunjukkan kenaikan 0,5% dalam inflasi gros untuk permintaan akhir pada Januari. Ini menandai percepatan dari kenaikan 0,4% pada Desember dan melampaui perkiraan 0,3%.</n</nPPI inti, yang menghilangkan harga pangan dan energi yang fluktuatif, naik 0,8% pada Januari, naik dari 0,6% bulan sebelumnya. Sebaliknya, PPI untuk barang jadi turun 0,8% dari bulan ke bulan, penurunan lebih tajam daripada -0,1% pada Desember.</n</nAngka-angka ini memberikan wawasan tentang tekanan harga tahap awal di ekonomi AS. Laporan tersebut, yang disusun oleh Jennifer Nash, diterbitkan pada 27 Februari 2026.

Artikel Terkait

News illustration of steady U.S. February CPI data at 2.4% amid expected oil price surges from geopolitical tensions.
Gambar dihasilkan oleh AI

CPI Februari bertahan stabil di atas target Fed

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen untuk Februari 2026 naik 0,3% dari bulan sebelumnya dan tetap di 2,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai dengan perkiraan ekonom. CPI inti, yang mengecualikan pangan dan energi, naik 0,2% bulanan dan tetap di 2,5% secara tahunan. Meskipun inflasi menunjukkan stabilitas sebelum perang AS-Israel-Iran baru-baru ini, harga minyak yang melonjak diharapkan mendorong pembacaan mendatang lebih tinggi.

China's consumer price index rose 0.2 percent year on year in January, missing market expectations, according to the National Bureau of Statistics. This marked the fourth consecutive monthly increase, though at a slower pace than December's 0.8 percent rise. Core inflation, excluding food and energy, showed a moderate upward trend amid recovering consumer demand.

Dilaporkan oleh AI

Inflation in the Philippines rose to 2.0% in January 2026, marking the second consecutive month of rising prices for goods, according to the Philippine Statistics Authority on February 5. This was up from 1.8% in December 2025. The increase stemmed from higher inflation in housing, water, electricity, gas, and other fuels.

Consultancy firm Empiria reported that in February 2026, the poorest 10% of households faced 3.3% inflation, compared to 2.9% for the richest 10%. The gap stems from the heavier weight of food and housing in low-income baskets. INDEC confirmed a general monthly inflation rate of 2.9%.

Dilaporkan oleh AI

Tokyo's core consumer price index rose 1.8% in February, falling below the Bank of Japan's 2% target for the first time since October 2024. Prime Minister Sanae Takaichi's utility subsidies curbed household energy costs, posing a communication challenge for the central bank's planned interest rate hikes. The figure exceeded economists' median forecast of 1.7%.

Economy Minister Luis Caputo projected that March inflation will exceed 3%, driven by oil impacts and educational seasonality. The official INDEC data will be released on Tuesday, April 14, at 4 p.m. Caputo assured that disinflation and economic growth will begin from April.

Dilaporkan oleh AI

The Kenya National Bureau of Statistics (KNBS) released a report on Friday, February 27, showing increases in prices of essential commodities, particularly vegetables, while inflation slightly declined. Kenyan households may need to tighten their budgets amid rising costs for food, health, and education services.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak