Pembaruan keamanan yang dirilis Microsoft minggu ini untuk mengatasi celah zero-day pada Windows Defender dapat memungkinkan penyerang memenuhi hard drive komputer dengan data. Masalah ini diidentifikasi oleh peneliti yang pertama kali mengungkap kerentanan tersebut.
Microsoft merilis pembaruan tersebut pada hari Rabu untuk celah yang dilacak sebagai CVE-2026-50656. Pembaruan ini menyasar Microsoft Malware Protection Engine yang digunakan oleh Defender dan terpasang secara otomatis pada sistem yang terdampak.
Peneliti NightmareEclipse melaporkan pada hari Kamis bahwa perlindungan tambahan tersebut dapat menyebabkan file mpengine.dll membocorkan data. Hal ini terjadi ketika mesin memproses file tertentu melalui layanan cloud SpyNet, yang melewati batas ukuran normal pada konten yang dikarantina.
Peneliti tersebut menjelaskan sebuah metode yang menggunakan server SMB khusus untuk memicu perilaku tersebut. File berbahaya yang dipasangkan dengan aliran Zone.Identifier berukuran besar dapat menyebabkan Defender berhenti merespons saat mengunci ruang disk dalam jumlah besar.
Microsoft belum mengonfirmasi efek samping yang dilaporkan tersebut. Pengungkapan ini merupakan kelanjutan dari perselisihan yang sedang berlangsung antara peneliti dan perusahaan yang dimulai awal tahun ini.