Xi Jinping singgung ‘Perangkap Thucydides’ dalam sambutan pembukaan di KTT Beijing dengan Trump

Fakta terverifikasi

Presiden Tiongkok Xi Jinping menyinggung soal “Perangkap Thucydides” dalam sambutan pembukaan KTT di Beijing bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan mempertanyakan apakah kedua negara dapat menghindari konflik dan membangun kerangka kerja baru bagi hubungan kekuatan besar.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menggunakan analogi sejarah untuk membingkai hubungan AS-Tiongkok di awal KTT dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing.

Dalam sambutan pembukaannya, Xi mengatakan bahwa dunia sedang berada di “persimpangan jalan baru” dan mempertanyakan apakah Tiongkok dan Amerika Serikat dapat “melampaui apa yang disebut sebagai ‘Perangkap Thucydides’ dan membentuk paradigma baru bagi hubungan kekuatan besar,” menurut sebuah artikel opini yang diterbitkan oleh The Daily Wire yang mengutip pernyataannya.

“Perangkap Thucydides” adalah istilah yang dipopulerkan dalam beberapa tahun terakhir untuk menggambarkan gagasan bahwa ketegangan dapat meningkat ketika kekuatan yang sedang bangkit menantang kekuatan yang sudah mapan, sehingga meningkatkan risiko konflik. Penggunaan frasa tersebut oleh Xi telah banyak dicatat dalam pemberitaan pertemuan itu, meskipun artikel Daily Wire sendiri berfokus pada penyanggahan kegunaan konsep tersebut daripada memberikan transkrip resmi yang lebih lengkap mengenai sambutan pembukaan tersebut.

Artikel Terkait

Xi Jinping and Donald Trump shaking hands in Beijing to agree on China-US relations.
Gambar dihasilkan oleh AI

Xi and Trump agree on constructive strategic stability for China-US ties

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Chinese President Xi Jinping and U.S. President Donald Trump agreed on a new vision of building a constructive bilateral relationship of strategic stability during their talks in Beijing on Thursday.

The recent summit between Xi Jinping and Donald Trump in Beijing aimed to stabilize bilateral relations, with China proposing a partnership based on positive, healthy, constant and durable stability.

Dilaporkan oleh AI

Chinese President Xi Jinping and U.S. President Donald Trump met in Beijing last week and agreed to build a constructive, strategically stable bilateral relationship. The summit is expected to guide ties between the world's two largest economies for the next three years and beyond.

A US Supreme Court ruling on tariffs may weaken President Trump's negotiating position with Chinese President Xi Jinping ahead of a Beijing summit. However, this does not automatically give China an edge. Experts note that Beijing must offer concessions for Trump to claim a success in his transactional style.

Dilaporkan oleh AI

Taiwanese leader William Lai made a rare reference to 'mainland China' during the Spring Festival, drawing attention from analysts. They attribute it to pressure from Washington ahead of Donald Trump's upcoming summit with Xi Jinping in Beijing, where Taiwan is expected to be a key topic.

Spanish Prime Minister Pedro Sánchez urged a more accurate understanding of China during a speech at Tsinghua University in Beijing. He met with Chinese President Xi Jinping, stating Spain opposes a 'new Cold War' and decoupling while supporting enhanced Europe-China cooperation. The visit aims to deepen bilateral comprehensive strategic partnership.

Dilaporkan oleh AI

In a House Foreign Affairs Committee session, a top State Department official articulated the administration’s stance: seeking a constructive relationship with China while withholding trust. The comments come ahead of President Trump’s trip to China from March 31 to April 2, his first since returning to office, to meet with Xi Jinping. Congressional hearings reflect bipartisan concern over persistent tensions in advanced technology markets.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak