Pasar modal
Bei siap buka data pemegang saham di bawah 5 persen untuk tingkatkan transparansi
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mempublikasikan data kepemilikan saham di bawah 5 persen mulai awal Februari 2026, sebagai bagian dari reformasi pasar modal untuk meningkatkan kepercayaan investor. Langkah ini didorong oleh evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dengan dukungan pemerintah melalui berbagai inisiatif transparansi dan tata kelola.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menaikkan batas minimum free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen untuk memenuhi standar internasional Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kebijakan ini, beserta demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), merupakan bagian dari reformasi pasar modal Indonesia. Penerapan ditargetkan pada Maret 2026.
Dilaporkan oleh AI
The latest Crypto Long & Short Newsletter identifies 2026 as a pivotal year for continuous capital markets. David Mercer from LMAX Group discusses tokenization's role in markets that operate around the clock. Andy Baehr offers insights into what he calls crypto's 'sophomore year.'