Ilmu Kognitif

Ikuti
Realistic depiction of a rhesus macaque in a Princeton lab with brain overlay showing prefrontal cortex assembling reusable cognitive 'Lego' modules for flexible learning.
Gambar dihasilkan oleh AI

Studi Princeton ungkap 'Lego kognitif' otak yang dapat digunakan kembali untuk pembelajaran fleksibel

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Neuroscientist di Universitas Princeton melaporkan bahwa otak mencapai pembelajaran fleksibel dengan menggunakan kembali komponen kognitif modular di berbagai tugas. Dalam eksperimen dengan monyet rhesus, peneliti menemukan bahwa korteks prefrontal merakit 'Lego kognitif' yang dapat digunakan kembali ini untuk menyesuaikan perilaku dengan cepat. Temuan tersebut, yang diterbitkan pada 26 November di Nature, menekankan perbedaan dengan sistem AI saat ini dan pada akhirnya dapat menginformasikan pengobatan untuk gangguan yang merusak pemikiran fleksibel.

Para peneliti dari Universitas Zhejiang menantang kemampuan model Centaur AI, dengan argumen bahwa model tersebut hanya menghafal pola alih-alih benar-benar memahami tugas. Temuan mereka, yang diterbitkan dalam National Science Open, menunjukkan keterbatasan dalam pemahaman instruksi. Karya ini mengkritik studi Nature bulan Juli 2025 yang memuji kinerja Centaur di 160 tugas kognitif.

Dilaporkan oleh AI

Simpanse dapat memperbarui keputusan mereka berdasarkan bukti yang lebih kuat, mirip dengan manusia, menurut studi yang diterbitkan di Science. Peneliti di Suaka Simpanse Pulau Ngamba di Uganda menemukan bahwa hewan-hewan tersebut mengubah pilihan ketika diberikan petunjuk yang lebih jelas tentang lokasi makanan. Penalaran fleksibel ini menantang asumsi tentang kognisi hewan.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak