Ramah Lingkungan
Perabot rotan sedang mengalami kebangkitan kembali dalam dekorasi rumah, dihargai karena tekstur alaminya dan fleksibilitasnya di berbagai gaya. Dulunya populer pada 1960-an dan 1970-an, popularitasnya menurun karena pilihan desain yang terbatas tetapi sekarang dihargai karena ringan, tahan lama, dan ramah lingkungan. Warga Dhaka menyoroti perannya dalam membawa rasa alam ke kehidupan perkotaan.
Dilaporkan oleh AI
Laporan Prediksi Perjalanan terbaru Booking.com, berdasarkan survei terhadap 30.000 wisatawan di 33 negara, menyoroti pergeseran menuju praktik ramah lingkungan dalam pariwisata. Tren utama mencakup petualangan berbasis alam yang selaras dengan siklus alam, pembelian suvenir lokal yang mendukung komunitas, dan perjalanan darat kolaboratif yang mengurangi emisi. Wawasan ini menunjukkan bahwa para wisatawan secara naluriah memprioritaskan keberlanjutan tanpa perencanaan yang kaku.