Booking.com ungkap tren perjalanan berkelanjutan untuk 2026

Laporan Prediksi Perjalanan terbaru Booking.com, berdasarkan survei terhadap 30.000 wisatawan di 33 negara, menyoroti pergeseran menuju praktik ramah lingkungan dalam pariwisata. Tren utama mencakup petualangan berbasis alam yang selaras dengan siklus alam, pembelian suvenir lokal yang mendukung komunitas, dan perjalanan darat kolaboratif yang mengurangi emisi. Wawasan ini menunjukkan bahwa para wisatawan secara naluriah memprioritaskan keberlanjutan tanpa perencanaan yang kaku.

Laporan tersebut, yang diterbitkan pada 11 Maret 2026 oleh Tomorrow's World Today, menekankan bagaimana pariwisata global berevolusi untuk mendukung kesehatan planet. Lebih dari separuh wisatawan (52%) menyatakan minat pada pengamatan ngengat atau kupu-kupu, sementara 74% bersedia mencoba pengamatan burung atau memancing, dan 60% mempertimbangkan menginap sambil mencari makanan liar. Aktivitas-aktivitas ini memerlukan penyesuaian waktu dengan irama alam, seperti mekar musiman atau migrasi hewan, seperti acara satwa liar musim gugur di AS atau puncak Migrasi Besar di Afrika. Pendekatan ini mempromosikan pengamatan satwa liar yang etis dan pariwisata berbasis konservasi, mendorong pengamatan pasif daripada intervensi.  nnPola pengeluaran yang bergeser mengungkapkan dua pertiga (65%) wisatawan bersedia membeli peralatan dapur berdesain atau kenang-kenangan yang bisa dimakan, seperti toples rempah-rempah yang dicat tangan atau kaleng minyak zaitun. Seperempat (25%) mencatat bahwa suvenir yang bisa dimakan membantu menghidupkan kembali destinasi melalui memasak. Perpindahan ini dari impor massal ke barang lokal menguntungkan pengrajin dan produsen kecil dengan menjaga uang di komunitas, mengurangi emisi transportasi, meminimalkan limbah, dan menggunakan bahan daur ulang untuk melestarikan tradisi kerajinan.  nnBudaya road trip juga berubah, dengan 82% wisatawan AS terbuka untuk berbagi tumpangan mobil saat liburan dan hampir setengah (47%) tertarik pada aplikasi yang menghubungkan penumpang di rute bersama. Di antara Gen Z, 62% akan menggunakan kendaraan otonom atau AI untuk jalur panorama yang jarang dilalui. Tren ini sejalan dengan penjualan kendaraan listrik (EV) yang mencapai rekor di AS pada paruh pertama 2025, berpotensi mengurangi emisi dan mengurangi kemacetan lalu lintas.  nnTren-tren ini, yang diambil dari umpan balik wisatawan yang beragam, menunjukkan kecenderungan sukarela menuju keberlanjutan, memupuk perjalanan berdampak rendah yang menyeimbangkan petualangan dengan tanggung jawab lingkungan.

Artikel Terkait

Illustration of a sustainable luxury living room in 2026 with minimalist heirloom furniture, natural materials, and cozy ambiance.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tren desain interior beralih ke rumah-rumah bermakna dan berkelanjutan pada 2026

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Desain interior mewah pada 2026 bergerak menjauh dari perubahan musiman menuju lebih sedikit potongan layak warisan yang membawa makna pribadi, menurut para ahli. Desainer menyoroti minimalisme emosional, bahan alami, dan pilihan disengaja yang memadukan kenyamanan dengan keberlanjutan. Tren ini mencerminkan evolusi lebih luas dalam cara pemilik rumah mengkurasi ruang untuk ketahanan jangka panjang dan individualitas.

Pakar perjalanan internasional telah mengidentifikasi 20 destinasi global unggulan untuk 2026, menekankan imersi budaya, keajaiban alam, dan praktik berkelanjutan. Diterbitkan pada 11 Maret 2026, panduan ini mencakup lokasi dari Abu Dhabi hingga Uruguay, melayani petualang, penggemar sejarah, dan wisatawan sadar lingkungan. Destinasi-destinasi ini mencerminkan tren yang berkembang menuju pengalaman pariwisata bermakna dan bertanggung jawab.

Dilaporkan oleh AI

Pariwisata keluar negeri Tiongkok mengalami lonjakan tak tertandingi pada 2026, dengan perjalanan internasional diperkirakan melampaui tingkat pra-pandemi. Para pelancong mencari pengalaman premium dan personalisasi, yang memengaruhi tren perjalanan global. Destinasi di seluruh dunia beradaptasi untuk memenuhi permintaan kemewahan dan imersi budaya.

Pada 2026, Zimbabwe telah melampaui pusat-pusat wisata Afrika yang mapan seperti Afrika Selatan, Tanzania, Ghana, Namibia, Mozambik, dan Maroko untuk menjadi tempat perjalanan teratas di benua itu. Keindahan alam negara tersebut, pengalaman satwa liar, dan warisan budayanya menarik pengunjung global yang mencari petualangan dan ekowisata. Perubahan ini menyoroti fokus Zimbabwe pada pembangunan berkelanjutan dan perbaikan infrastruktur.

Dilaporkan oleh AI

Korea's regional cities are emerging as new hotspots for foreign tourists. With projections of 20.36 million visitors this year surpassing pre-pandemic levels, a global shift toward slower, experience-driven travel is drawing crowds beyond Seoul, Busan, and Jeju. Yet experts warn that without robust local infrastructure and unique content, this momentum may not endure.

Designers predict that spring 2026 home decor will shift toward romance, elegance, and nostalgia, drawing inspiration from the English countryside. Key trends include organic textures, calming colors, and curved silhouettes to create warm, welcoming spaces. These ideas aim to bring natural, grounded elements indoors for a timeless feel.

Dilaporkan oleh AI

Montenegro, yang bersarang di pantai Adriatik, semakin menonjol sebagai spot perjalanan Eropa teratas di 2026, menarik jutaan pengunjung dengan keindahan alam dan praktik berkelanjutan. Negara ini memadukan petualangan, sejarah, dan pengalaman kelas atas di tengah lanskap tak tersentuh. Fokusnya pada ekoluks memposisikannya sebagai permata tersembunyi bagi pelancong internasional.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak