Jerman dan lainnya mendorong lonjakan pariwisata Yunani 2025

Yunani mencatat rekor 156,2 juta malam inap pada 2025, didorong oleh pengunjung dari Jerman, Inggris Raya, Italia, dan beberapa negara Eropa lainnya. Pertumbuhan ini menekankan daya tarik negara tersebut melalui warisan budayanya, lanskapnya, dan konektivitasnya. Pasar kunci seperti Jerman memberikan kontribusi signifikan terhadap ledakan ini.

Sektor pariwisata Yunani mencapai puncak baru pada 2025, mencatat 156,2 juta malam inap, menurut data yang disoroti dalam analisis terbaru. Angka ini menempatkan negara tersebut sebagai tujuan Eropa terdepan, menarik wisatawan sepanjang tahun untuk pulau-pulaunya, kota-kotanya, dan situs sejarahnya.  nnJerman muncul sebagai pasar sumber terbesar, menyumbang bagian substansial dari malam inap. Ikatan budaya yang kuat dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi mendorong lebih banyak pengunjung Jerman untuk menjelajahi garis pantai Yunani dan situs bersejarah kuno. Penyelenggara tur di Jerman meningkatkan promosi, yang mengarah pada masa inap lebih lama dan pengeluaran lebih tinggi untuk akomodasi.  nnInggris Raya juga memainkan peran kunci, dengan wisatawan Inggris yang menyukai tempat-tempat seperti Santorini, Kreta, Mykonos, dan Athena. Rute penerbangan yang ditingkatkan dari maskapai berbiaya rendah dan maskapai tradisional mendukung aliran masuk ini, meningkatkan pendapatan melalui wisata mewah.  nnItalia, sebagai negara tetangga, mengalami pertumbuhan stabil dalam jumlah pengunjung yang menghargai kesamaan ciri khas Mediterania. Koneksi penerbangan yang lebih baik memfasilitasi perjalanan untuk bersantai dan pengalaman budaya mendalam, khususnya selama musim semi dan gugur.  nnKontribusi dari Belanda dan Belgia menambah momentum, dengan penerbangan langsung dari Amsterdam dan Brussel yang memungkinkan petualangan di pulau-pulau dan eksplorasi wilayah daratan. Spanyol, meskipun ada persaingan, mengirim wisatawan yang mencari alternatif dari situsnya sendiri, dengan fokus pada pantai dan kehidupan malam di Athena dan Tesalonika.  nnNegara-negara lain, termasuk Prancis, Polandia, Rusia, Austria, dan Swiss, semakin meningkatkan angka-angka tersebut. Polandia mencatat lonjakan ke pulau-pulau seperti Rodos dan Kos, sementara pelancong Prancis dan Rusia mengejar sejarah dan kemewahan. Masukan kolektif dari pasar Eropa ini menyoroti infrastruktur tangguh Yunani dan upaya pemasarannya, yang mempertahankan statusnya di Mediterania.

Artikel Terkait

Tunisia welcomed over 11 million international visitors in 2026, marking a record high for the Mediterranean destination. The United Kingdom emerged as the leading source market, surpassing Russia, Italy, China, France, and Algeria. This surge highlights Tunisia's appeal through its beaches, cultural heritage, and desert landscapes.

Dilaporkan oleh AI

Africa welcomed a record 81 million international visitors in 2025, marking an 8% increase and highlighting the continent's growing appeal as a travel destination. Nigeria emerged as a key contributor with over 1.5 million arrivals, joining nations like South Africa, Egypt, and Morocco in driving this boom. The surge is fueled by improved infrastructure and diverse attractions, boosting economic opportunities across the region.

The first wave of New Zealand's Domestic Visitor Survey, released in February 2026, provides insights into local travel behaviors and intentions. Tourism Minister Louise Upston has welcomed the data, which highlights strong domestic tourism contributing 60 percent of total expenditure. The survey reveals high travel activity and future plans among New Zealanders.

Dilaporkan oleh AI

Phuket, Thailand, experienced a notable increase in tourism during the 2026 Lunar New Year as Chinese travelers extended their stays due to disruptions in routes to Japan. The holiday period from February 15 to 23 encouraged longer visits, boosting local revenue. This shift highlights Phuket's growing appeal as an alternative destination.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak