Urusan internasional
Forum Permanen PBB untuk Isu Masyarakat Adat mengakhiri pertemuan tahunannya pekan lalu dengan rekomendasi mendesak mengenai aksi iklim dan hak atas tanah, meskipun badan tersebut sedang bergulat dengan kekurangan dana yang parah dan keraguan mengenai pengaruhnya. Pertemuan dua minggu di New York ini menyoroti tantangan berkelanjutan bagi badan yang telah berusia 25 tahun tersebut, yang memberikan saran kepada PBB dan negara-negara anggota terkait isu-isu masyarakat adat. Penilaian internal baru menegaskan kesenjangan antara rekomendasi yang diberikan dan implementasi nyata oleh pemerintah.