La Niña

Ikuti

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal pada April 2026, dipengaruhi oleh berakhirnya La Niña lemah dan potensi El Niño.

Dilaporkan oleh AI

A report from NOAA's Climate Prediction Center states that the rains marking early 2026 in Colombia will continue at least until April, driven by La Niña's shift to a neutral phase. Experts warn of precipitation 41.6% more intense than in March 2025, per Ideam. In the second half of the year, there is a 50-60% chance of El Niño returning, potentially decreasing rains and raising temperatures.

The La Niña phenomenon will return with moderate intensity, bringing a drier winter with frosts to Mexico in the 2025-2026 season. Authorities like the National Meteorological Service estimate 48 cold fronts, slightly below the historical average. While temperate days are expected, intense cold episodes are anticipated in various regions.

Dilaporkan oleh AI

Organisasi Meteorologi Dunia telah merilis data yang menunjukkan bahwa fenomena iklim La Niña kemungkinan akan kembali antara September dan November 2025. Meskipun ada efek pendinginan ini, suhu global diperkirakan akan tetap di atas rata-rata karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia yang terus berlangsung. Program Lingkungan Hidup PBB menekankan perlunya peningkatan aksi iklim untuk mengurangi kenaikan suhu.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak