Cuaca Antariksa

Ikuti
Vibrant green and purple auroras lighting up the night sky over Zacatecas, Mexico, during a geomagnetic storm on November 11, 2025.
Gambar dihasilkan oleh AI

Geomagnetic storm triggers auroras in Mexico

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

A severe geomagnetic storm, triggered by a solar coronal mass ejection, lit up the skies with auroras borealis in Mexico and the northern hemisphere on November 11, 2025. Images of green and purple colors were captured in states like Zacatecas and Nuevo León, while in the United States they were seen in Colorado and Kansas. UNAM and NOAA experts indicate that effects will continue more faintly on November 12 and possibly on the 13th.

Data baru dari satelit Swarm Badan Antariksa Eropa menunjukkan bahwa Anomali Atlantik Selatan, titik lemah di medan magnet Bumi, telah tumbuh hampir setengah ukuran Eropa benua sejak 2014. Wilayah barat daya Afrika melemah lebih cepat dalam beberapa tahun terakhir. Perluasan ini menyoroti aktivitas tidak biasa di inti luar cair Bumi.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti di Universitas Kyoto telah menyarankan kemungkinan hubungan antara letusan matahari dan gempa bumi melalui gangguan ionosfer. Model teoretis mereka menunjukkan bahwa gaya elektrostatik dari cuaca luar angkasa dapat memengaruhi zona sesar yang tegang di kerak Bumi. Studi ini tidak mengklaim sebab-akibat langsung tetapi menyoroti mekanisme interaksi potensial.

Lubang korona berbentuk kupu-kupu muncul di Matahari, seperti yang dilaporkan dalam pembaruan aktivitas matahari.

Dilaporkan oleh AI

Para ilmuwan telah mengungkap mesin tersembunyi yang bertanggung jawab atas akselerasi elektron matahari, mengatasi risiko cuaca antariksa. Temuan ini dilaporkan pada 3 September 2025. Hal ini memajukan pemahaman tentang fenomena matahari.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak