Stres
Studi menemukan infrasuara dapat meningkatkan kortisol dan iritabilitas meskipun tidak terdengar oleh manusia
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Sebuah eksperimen terkontrol berskala kecil yang dilaporkan dalam Frontiers in Behavioral Neuroscience menemukan bahwa paparan infrasuara—getaran frekuensi ultra-rendah di bawah jangkauan pendengaran manusia—berkaitan dengan kadar kortisol air liur yang lebih tinggi dan penilaian suasana hati yang lebih negatif, meskipun peserta tidak dapat mendeteksi secara pasti kapan infrasuara tersebut ada.
Penelitian baru mengaitkan stres kronis yang digabungkan dengan kebiasaan makan larut malam dengan peningkatan risiko sembelit, diare, dan penurunan keragaman mikrobioma usus. Para ilmuwan menganalisis data dari lebih dari 11.000 peserta dalam survei nasional. Temuan ini dijadwalkan untuk dipresentasikan pada Digestive Disease Week pada tanggal 4 Mei.
Dilaporkan oleh AI
A study funded by the U.S. National Institute on Aging concludes that interacting with problematic people accelerates biological aging. Each additional such person increases biological age by about nine months and speeds up the aging rate by 1.5%.