Tato
Seorang pria Polandia berusia tiga puluhan mengalami reaksi alergi parah terhadap tinta merah pada tato di lengan bawahnya, menyebabkan kerontokan rambut total, ketidakmampuan berkeringat, dan vitiligo. Reaksi yang dimulai empat bulan setelah membuat tato tersebut memerlukan beberapa operasi untuk menghilangkan tinta yang terkena. Kasus ini menyoroti kekhawatiran berkelanjutan tentang efek imun dari tinta tato modern.
Dilaporkan oleh AI
Studi baru pada tikus mengungkapkan bahwa tinta tato dapat menyebabkan peradangan kronis pada kelenjar getah bening, berpotensi mengubah respons kekebalan seumur hidup. Sampel manusia menunjukkan efek serupa bertahun-tahun setelah tato. Peneliti mendesak investigasi lebih lanjut terhadap risiko kesehatan.