Rokok Elektronik

Ikuti
Illustration showing a person vaping with visual effects indicating lung and oral cancer risks from e-cigarettes, for a news article on health study.
Gambar dihasilkan oleh AI

Penelitian menemukan rokok elektrik nikotin kemungkinan menyebabkan kanker paru-paru dan mulut, namun risiko pastinya belum jelas

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Sebuah tinjauan komprehensif yang dipimpin oleh peneliti kanker dari UNSW Sydney menyimpulkan bahwa rokok elektrik berbasis nikotin kemungkinan besar menyebabkan kanker paru-paru dan rongga mulut, berdasarkan bukti dari biomarker manusia, studi hewan, dan penelitian laboratorium. Para penulis mengatakan bahwa studi jangka panjang masih diperlukan untuk mengukur tingkat risiko pada orang yang menggunakan vape.

Sebuah studi besar menemukan bahwa mantan perokok yang beralih ke rokok elektrik menghadapi kemungkinan kematian akibat kanker paru-paru yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang berhenti menggunakan tembakau sepenuhnya. Penelitian ini memantau lebih dari 4,5 juta orang dewasa di Korea Selatan selama beberapa tahun. Para ahli mengatakan temuan tersebut menegaskan bahwa berhenti total dari kebiasaan merokok dan vaping memberikan perlindungan terbaik.

Dilaporkan oleh AI

Studi baru dari University of Georgia mengungkapkan bahwa penggunaan rokok elektronik, merokok tradisional, atau keduanya secara signifikan meningkatkan risiko prediabetes dan diabetes. Penelitian, yang didasarkan pada lebih dari 1,2 juta respons survei, menunjukkan bahaya yang lebih tinggi untuk kelompok demografis tertentu. Vaping saja meningkatkan risiko prediabetes sebesar 7%, sementara penggunaan ganda meningkatkannya menjadi 28%.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak