Academics discussing military battalion plans in a Jakarta conference.
Academics discussing military battalion plans in a Jakarta conference.
Gambar dihasilkan oleh AI

Akademisi soroti wacana batalyon teritorial pembangunan

Gambar dihasilkan oleh AI

Diskusi publik di Jakarta pada 4 Juni 2026 membahas rencana pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan oleh Kementerian Pertahanan.

Dosen Hukum Bisnis Universitas Binus Muhammad Reza Syarifuddin Zaki memperingatkan perluasan peran militer ke sektor sipil. Ia menyebut pembentukan batalyon baru berpotensi mengambil alih fungsi kementerian teknis.

Ketua Umum AJI Nany Afrida menyatakan kekhawatiran terhadap dampak di wilayah agraria. Menurutnya kehadiran tentara dapat memperbesar konflik sumber daya alam dan membatasi kebebasan pers.

Peneliti Gian Kasogi melaporkan penolakan warga di Aceh, Papua, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Ia mencatat pola konflik agraria dan minimnya konsultasi publik sejak Januari hingga Mei 2026.

Artikel Terkait

President Prabowo Subianto addressing participants of the leadership program in Bogor.
Gambar dihasilkan oleh AI

Prabowo briefs participants of state firm leadership program

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

President Prabowo Subianto briefed 400 participants of the Presidential Future Leaders Program 2026 in Hambalang, Bogor.

The Indonesian government will deploy 780 TNI personnel to Lebanon on May 22, 2026, as part of the UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL). House Commission I Deputy Chair Dave Laksono expressed full support while stressing that troop safety must remain the top priority.

Dilaporkan oleh AI

Academic and STIK-PTIK Professor Albertus has praised the implementation of Operasi Ketupat 2026 for its thorough planning by Korlantas Polri. He highlighted the mobilization of human resources, budget, and technology as key to success. Research shows 93 percent public approval.

Bureaucracy and protected species like frogs are delaying construction of new Swedish Armed Forces regiments in Falun, potentially taking 15 years. Bergslagens artilleriregemente in Kristinehamn has progressed faster despite similar issues. Regiment commanders express frustration over lengthy processing times.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak