Kementerian Sosial berencana melibatkan taruna Akmil untuk melatih siswa Sekolah Rakyat. Anggota Komisi VIII DPR Sandi Fitrian Noor menyambut rencana itu namun mengingatkan agar tidak dimaknai sebagai militerisasi pendidikan.
Rencana tersebut disampaikan untuk membangun kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, nasionalisme dan cinta tanah air pada siswa yang mayoritas berasal dari keluarga miskin.
Sandi menegaskan bahwa pendidikan karakter harus tetap dalam koridor pedagogi humanis. Ia mengutip penelitian internasional seperti PISA dan OECD yang menunjukkan pembentukan karakter lebih efektif melalui keteladanan dan hubungan positif.
Komisi VIII DPR berkomitmen memastikan kebijakan di Sekolah Rakyat berpihak pada kepentingan terbaik anak. Sandi menambahkan bahwa disiplin harus lahir dari kesadaran dan tanggung jawab, bukan sekadar kepatuhan aturan.