Santri kelas 5 dan 6 gontor dibekali wawasan hukum siber dan media sosial

Santri kelas 5 dan 6 Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam Magelang menggelar diskusi interaktif pada 7 Juni 2026 untuk membekali mereka dengan pemahaman hukum dan komunikasi publik.

Acara bertajuk Santri Berkarakter dan Berwawasan Luas ini menghadirkan dua alumni sebagai pembicara. Ustadz Muhammad Shobirin dari angkatan 2001 yang berprofesi sebagai advokat menekankan pentingnya literasi hukum di lingkungan pesantren.

"Santri dan pengelola institusi pendidikan perlu memahami betul hukum yang menaungi pesantren," ujar Shobirin. Ustadz Hafyz Marshal dari angkatan 2008 menyoroti penggunaan media sosial secara bijak dan etis sebagai sarana dakwah.

Wakil Pengasuh PMDG Darul Qiyam Ustadz Imam Haryadi menyampaikan apresiasi dan menyatakan bahwa bekal hukum serta media akan membantu alumni membawa kemaslahatan bagi umat.

Artikel Terkait

Reconstruction progress at Pondok Pesantren Al Khoziny in Sidoarjo, showing workers and cranes at the 50% complete Islamic boarding school site.
Gambar dihasilkan oleh AI

Reconstruction of Ponpes Al Khoziny reaches 50 percent

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Coordinating Minister for Infrastructure and Regional Development Agus Harimurti Yudhoyono stated that the reconstruction of Pondok Pesantren Al Khoziny in Sidoarjo has reached more than 50 percent.

Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia launched a training program for children in Desa Keling, Kediri Regency, on 22 May 2026.

Dilaporkan oleh AI

The Ministry of Communication and Digital Affairs joined eight Jakarta schools to declare support for PP Tunas during National Children's Day. The declaration stresses child protection in digital spaces.

One year after its July 2025 launch, the Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera or GARBATERA program initiated by Pertamina Patra Niaga has delivered tangible benefits to residents of Desa Balongan and Desa Tegalurung in Indramayu Regency.

Dilaporkan oleh AI

Jakarta Governor Pramono Anung Wibowo stressed that national challenges have shifted from territorial issues to information sovereignty and digital transformation. He made the remarks during National Awakening Day commemorations at Jakarta City Hall.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak