Adenanta Putra puncaki klasemen SS600 di final ARRC 2025

Pembalap Astra Honda Racing Team, Mohammad Adenanta Putra, memimpin klasemen kelas Supersport 600 di final Asia Road Racing Championship 2025 di Buriram, Thailand. Ia unggul tipis delapan poin dari pesaingnya, sementara rekan setimnya Fadillah Arbi Aditama mendominasi kelas Asia Production 250 dengan keunggulan 36 poin. Kedua pembalap fokus pada konsistensi menjelang balapan akhir pekan ini.

Final Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, pada 5-7 Desember 2025. Mohammad Adenanta Putra dari Astra Honda Racing Team (AHRT) memimpin kelas Supersport 600 (SS600) dengan 152 poin, unggul delapan poin dari Kasma Daniel Kasmayudin asal Malaysia yang berada di posisi kedua. Sementara itu, Fadillah Arbi Aditama memuncaki kelas Asia Production (AP) 250 dengan 171 poin, memimpin 36 poin atas Izam Ikal dari Malaysia.

Kedua pembalap ini membuka peluang bagi AHRT untuk meraih gelar juara di dua kelas sekaligus pada ARRC 2025, yang akan menjadi pertama kalinya bagi tim tersebut. Pada sesi latihan bebas (FP) Jumat, 5 Desember 2025, Adenanta mengaku menghadapi kesulitan dalam mencari feeling optimal pada setelan motor. "Di FP1-2 tadi cukup sulit karena banyak masih yang kurang oke feeling di setelan motor di beberapa poin. Alhamdulillah-nya dari FP1-3 selalu ada improve meski tidak signifikan," kata Adenanta di sirkuit tersebut.

Ia menekankan pentingnya konsistensi lap demi lap, bukan hanya waktu terbaik. "Yang ingin saya cari adalah konsisten lap by lap, bukan cuma best lap. Dengan time yang cukup baik lah. Balap besok sangat penting kan 12 lap yang penting lap-nya," tambahnya. Adenanta juga memprediksi balapan Race 1 dan 2 pada Sabtu, 6 Desember, akan ketat dengan perbedaan waktu sangat tipis.

Di sisi lain, Arbi merasa persiapannya sudah 95 persen optimal dan fokus pada eksekusi balapan. Ia menargetkan start dari baris depan di sesi kualifikasi. "Kualifikasi bakal jadi penentu. Posisi di kualifikasi sangat penting. Target utama (kualifikasi) (ada di) baris depan, kalau tidak 1 ya 2 atau 3," ujar Arbi. Pembalap asal Purworejo ini lebih memilih long run untuk konsistensi daripada mengejar waktu tercepat, dan tidak merasa terbebani oleh pesaing. "Arbi sering long run dan fokus pada diri sendiri... Jadi bisa lebih sabar, tidak terburu-buru," katanya. Dengan keunggulan poin yang solid, Arbi bertekad meraih poin maksimal tanpa beban emosional.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak