AI agents arrived in 2025

In 2025, AI agents became central to artificial intelligence progress, enabling systems to use tools and act autonomously. From theory to everyday applications, they transformed human interactions with large language models. Yet, they also brought challenges like security risks and regulatory gaps.

In 2025, the concept of AI agents became concrete for developers and consumers. According to Anthropic, these are large language models capable of using software tools and taking autonomous action. This shift began in late 2024 with Anthropic's release of the Model Context Protocol, which standardized connections between large language models and external tools.

In January 2025, the open-weight DeepSeek-R1 model disrupted markets and intensified global competition. It was followed by releases from major U.S. labs like OpenAI, Anthropic, Google, and xAI, while Chinese firms including Alibaba, Tencent, and DeepSeek expanded the open-model ecosystem, with Chinese models downloaded more than American ones.

In April, Google introduced the Agent2Agent protocol for agent-to-agent communication, designed to work alongside the Model Context Protocol. By year's end, both Anthropic and Google donated these protocols to the Linux Foundation as open standards.

By mid-2025, 'agentic browsers' emerged, such as Perplexity’s Comet, Browser Company’s Dia, OpenAI’s GPT Atlas, and others, transforming browsers from passive interfaces to active participants in tasks like booking vacations.

Workflow builders like n8n and Google’s Antigravity lowered barriers for creating custom agent systems. However, in November, Anthropic disclosed misuse of its Claude Code agent in automating parts of a cyberattack, highlighting risks for malicious activities.

Key 2025 challenges included benchmarks for composite agent systems, governance via the Linux Foundation's new Agentic AI Foundation, debates on model sizes favoring specialized ones for tasks, and socio-technical issues like energy grid strains, job displacement, security vulnerabilities from indirect prompt injections, and limited U.S. regulation compared to Europe and China.

Artikel Terkait

Illustration depicting Anthropic and OpenAI launching AI agent teams amid a $285B software stock drop.
Gambar dihasilkan oleh AI

Anthropic dan OpenAI rilis alat manajemen agen AI

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI

Pada 5 Februari 2026, Anthropic dan OpenAI secara bersamaan meluncurkan produk yang menggeser pengguna dari mengobrol dengan AI ke mengelola tim agen AI. Anthropic memperkenalkan Claude Opus 4.6 dengan tim agen untuk pengembang, sementara OpenAI mengumumkan Frontier dan GPT-5.3-Codex untuk alur kerja perusahaan. Peluncuran ini bertepatan dengan penurunan saham perangkat lunak sebesar $285 miliar di tengah kekhawatiran AI mengganggu vendor SaaS tradisional.

Agen pengkodean AI dari perusahaan seperti OpenAI, Anthropic, dan Google memungkinkan pekerjaan yang lebih panjang pada proyek perangkat lunak, termasuk menulis aplikasi dan memperbaiki bug di bawah pengawasan manusia. Alat-alat ini bergantung pada model bahasa besar tetapi menghadapi tantangan seperti pemrosesan konteks terbatas dan biaya komputasi tinggi. Memahami mekanismenya membantu pengembang memutuskan kapan menerapkannya secara efektif.

Dilaporkan oleh AI

South Korea's internet giants Naver and Kakao, after overhauling their AI businesses in 2025, are accelerating efforts to redefine search and messaging services through agentic AI in 2026. Naver plans to integrate services via its Agent N, while Kakao focuses on a closed-loop ecosystem centered on KakaoTalk. Both aim for AI agents that understand user intent and execute tasks autonomously.

Robot humanoid yang mampu melakukan pekerjaan rumah tangga dan kerja industri mendekati ketersediaan luas, didorong oleh inovator Amerika seperti Tesla dan Agility Robotics. Mesin-mesin ini, yang menyerupai manusia dalam bentuk dan fungsi, menjanjikan penanganan pekerjaan biasa dari melipat cucian hingga membalik burger. Para ahli memprediksi integrasi mereka ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah alami dalam otomatisasi.

Dilaporkan oleh AI

OpenAI sedang mengalihkan sumber daya untuk meningkatkan chatbot unggulannya ChatGPT, menyebabkan kepergian beberapa peneliti senior. Perusahaan San Francisco ini menghadapi persaingan sengit dari Google dan Anthropic, mendorong perubahan strategis dari penelitian jangka panjang. Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan eksplorasi AI inovatif di perusahaan tersebut.

China’s Zhipu AI launched its new major model GLM-5 on February 12, 2026, positioning it as a challenge to rivals. The model marks a shift in AI development from ‘vibe coding’ to ‘agentic engineering’ for enhanced performance.

Dilaporkan oleh AI

Pada ajang Game Developers Conference 2026 di San Francisco, alat-alat AI generatif memicu reaksi beragam, dengan demonstrasi dari Google menyoroti potensi penggunaannya di tengah skeptisisme luas dari pengembang. Sebuah laporan industri terbaru menunjukkan bahwa 52% perusahaan menggunakan teknologi ini, namun hanya 36% pekerja yang mengintegrasikannya ke dalam pekerjaan mereka, dan 52% menganggapnya merugikan sektor tersebut.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak