Seorang matematikawan Harvard telah menggunakan kecerdasan buatan untuk membuktikan bahwa masalah aljabar yang telah lama ada, yang selama puluhan tahun coba dibuktikan kebenarannya oleh para ahli, ternyata salah. Levent Alpöge mengumumkan temuan tersebut di media sosial pada 19 Juli dengan sebuah contoh penyangkal singkat.
Alpöge mengunggah contoh penyangkal matematika sepanjang 216 karakter di X, yang menunjukkan bahwa dugaan Jacobian adalah salah. Dugaan tersebut, yang diajukan oleh Ott-Heinrich Keller pada tahun 1939, juga pernah muncul dalam daftar masalah besar yang belum terpecahkan yang disusun oleh Stephen Smale pada tahun 1998.
Penelitian ini melibatkan Claude Fable 5, sebuah model AI dari Anthropic. Alpöge memuji sistem tersebut dalam unggahannya karena telah memberikan bantuan selama final Piala Dunia.
Abhishek Saha dari Queen Mary University of London menyebut hasil ini sebagai dugaan terbesar yang pernah diselesaikan dengan masukan AI yang signifikan. Ia mencatat bahwa contoh penyangkal tersebut berhasil untuk tiga variabel, meskipun versi dua variabel mungkin masih tetap berlaku.
Chris Bowman-Scargill dari University of York dan Ivan Fesenko dari Westlake University mengatakan perkembangan ini menyoroti peran AI yang kian berkembang dalam matematika, sekaligus menegaskan bahwa wawasan manusia tetap penting untuk membangun teori-teori baru.