Matematikawan majukan formalisasi Teorema Terakhir Fermat dengan AI

Para peneliti berkumpul di London minggu ini untuk mempercepat formalisasi Teorema Terakhir Fermat menggunakan model AI canggih. Lokakarya ini berfokus pada pengubahan bukti Andrew Wiles tahun 1993 menjadi kode Lean untuk verifikasi komputer. Kemajuan berlangsung pesat, dengan jumlah baris kode meningkat dua kali lipat setelah hari pertama.

Dua puluh lima matematikawan, ilmuwan komputer, dan pakar AI bertemu di sebuah hotel di pusat kota London untuk mengerjakan proyek yang dipimpin oleh Kevin Buzzard dari Imperial College London. Upaya lima tahun yang didanai pada tahun 2024 ini bertujuan untuk menambahkan teorema tersebut ke dalam repositori matematika formal, Mathlib.

Sebelum lokakarya dimulai, terdapat 20.000 baris kode dalam proyek tersebut. Setelah hari pertama, jumlahnya mencapai 40.000. Buzzard mencatat bahwa kemampuan AI meningkat tajam sejak Desember tahun lalu, yang memungkinkan tim untuk menangani lebih banyak aspek matematika dasar daripada yang direncanakan sebelumnya.

Hang Lu Su, yang juga berasal dari Imperial College London, menggambarkan proses ini sebagai industrialisasi kerja intelektual. Para peserta menggunakan model termasuk Claude untuk membuat dan menyempurnakan kode, meskipun masih ada kekhawatiran mengenai verbositas dan pemeliharaan jangka panjang dari output yang dihasilkan AI.

Buzzard menyatakan keyakinannya bahwa tujuan awal akan tercapai pada akhir proyek. Sejauh mana tim akan maju dalam menyelesaikan seluruh piramida teorema pendukung akan bergantung pada perkembangan AI lebih lanjut.

Artikel Terkait

A Harvard mathematician has used artificial intelligence to disprove a long-standing problem in algebra that experts had spent decades trying to prove true. Levent Alpöge announced the finding on social media on 19 July with a short counterexample.

Dilaporkan oleh AI

An effort to verify a controversial proof of the ABC conjecture using computer software has made no progress. An interim report from the Lean and Anabelian Geometry project shows that mathematicians remain divided over the validity of the underlying theory.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak