Formalisasi komputer untuk pembuktian konjektur ABC terhenti

Upaya untuk memverifikasi pembuktian kontroversial konjektur ABC menggunakan perangkat lunak komputer tidak membuahkan hasil. Laporan sementara dari proyek Lean and Anabelian Geometry menunjukkan bahwa para matematikawan masih terpecah mengenai validitas teori yang mendasarinya.

Pada tahun 2012, Shinichi Mochizuki dari Universitas Kyoto mempresentasikan pembuktian konjektur ABC setebal 500 halaman. Pembuktian tersebut mengandalkan teori Inter-universal Teichmüller miliknya, yang hanya sedikit matematikawan mampu memverifikasinya.

Sebuah proyek yang dikenal sebagai LANA telah mencoba memformalkan pembuktian tersebut ke dalam bahasa pemrograman Lean. Laporan sementara terbarunya menyatakan bahwa para anggota telah melakukan diskusi yang hidup namun gagal mencapai konsensus mengenai apakah teori tersebut valid.

Laporan tersebut menyoroti masalah berkelanjutan yang pertama kali diangkat pada tahun 2018 oleh Peter Scholze dan Jakob Stix. Abhishek Saha dari Queen Mary University of London mengatakan hasil tersebut sesuai dengan pandangan sebagian besar matematikawan bahwa terdapat celah serius dalam teori itu.

Ivan Fesenko dari Universitas Westlake berpendapat bahwa kritik tersebut tidak tepat dan pembuktian yang diformalkan pada akhirnya akan muncul.

Artikel Terkait

A Harvard mathematician has used artificial intelligence to disprove a long-standing problem in algebra that experts had spent decades trying to prove true. Levent Alpöge announced the finding on social media on 19 July with a short counterexample.

Dilaporkan oleh AI

Researchers gathered in London this week to accelerate the formalization of Fermat's Last Theorem using advanced AI models. The workshop focuses on converting Andrew Wiles's 1993 proof into Lean code for computer verification. Progress has been rapid, with code lines doubling after the first day.

A mathematical study concludes that consciousness cannot arise purely from quantum processes. Researchers at Chapman University found that the no-cloning theorem prevents the information copying required for agency.

Dilaporkan oleh AI

A mathematician at Queen Mary University of London has developed a framework called Gravity from Entropy that may reconcile the universe's increasing total entropy with the emergence of complex structures such as galaxies, stars and life.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak