Seorang fisikawan telah mengusulkan untuk membangun kembali dasar-dasar termodinamika menggunakan teori gauge, sebuah kerangka kerja matematis dari medan kuantum. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi ketidaktepatan yang telah lama ada dalam teori berusia 200 tahun tersebut. Gagasan ini dipresentasikan pada sebuah konferensi di bulan Juni.
Bryan Roberts dari London School of Economics and Political Science menguraikan metode tersebut pada konferensi Foundations of Physics di Irvine, California, pada 16 Juni. Penelitian ini memanfaatkan teori gauge untuk memisahkan besaran yang dapat diamati seperti kerja dari besaran tersembunyi seperti panas, dengan memetakan keduanya ke dalam ruang matematis yang berbeda.
Roberts berpendapat bahwa struktur geometris ini memungkinkan suhu dan entropi didefinisikan dengan lebih teliti. Metode ini dapat diterapkan pada berbagai sistem, mulai dari mesin hingga lubang hitam. Eksperimen awal dengan persimpangan molekuler menunjukkan kemungkinan adanya hubungan dengan efek seperti fenomena Aharonov-Bohm.
Lucas Céleri dari Federal University of Goiás menyebut ide ini sebagai pelengkap bagi upaya termodinamika kuantum. Ia mencatat bahwa teori gauge juga dapat membantu menggabungkan termodinamika dengan relativitas khusus.