Fisikawan ciptakan ulang ekstraksi energi lubang hitam di laboratorium

Para peneliti telah mendemonstrasikan metode untuk mengekstraksi energi dari rotasi sintetis yang menyerupai lubang hitam yang berputar menggunakan perangkat stasioner. Eksperimen yang dilakukan di Advanced Science Research Center di CUNY Graduate Center ini membawa ide-ide teoretis yang sudah lama ada ke dalam penggunaan praktis. Temuan tersebut dirinci dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature pada tahun 2026.

Lebih dari 50 tahun setelah Sir Roger Penrose mengusulkan ekstraksi energi dari ergosfer lubang hitam yang berputar, para ilmuwan telah mereplikasi aspek-aspek kunci dari proses tersebut dalam pengaturan laboratorium. Tim peneliti menggunakan perangkat frekuensi radio dengan sifat-sifat yang disesuaikan secara cepat melintasi ruang dan waktu untuk menciptakan ilusi rotasi super cepat tanpa gerakan fisik apa pun.

Peneliti utama Andrea Alù menggambarkan pendekatan ini sebagai cara yang memungkinkan interaksi gelombang-materi baru yang menghasilkan amplifikasi selektif pita lebar. Penulis utama Hadiseh Nasari mencatat bahwa penelitian ini mengubah konsep teoretis menjadi platform eksperimental yang serbaguna untuk mempelajari fenomena di persimpangan astrofisika, fisika gelombang, dan ilmu kuantum.

Penulis pendamping Hady Moussa menyoroti bagaimana metamaterial yang direkayasa memungkinkan gelombang dengan sifat rotasi tertentu untuk mengekstraksi energi dan diperkuat, sehingga mereproduksi proses Penrose-Zel'dovich. Penelitian ini mendapat dukungan dari Departemen Pertahanan AS, National Science Foundation, dan Simons Foundation.

Potensi aplikasinya mencakup kemajuan dalam komunikasi nirkabel, optik, fotonik, dan teknologi kuantum, meskipun pengembangan lebih lanjut diperlukan sebelum perangkat praktis muncul.

Artikel Terkait

An international team of researchers has directly observed angular momentum transfer in a crystal for the first time, revealing an unexpected reversal in atomic rotation direction. The discovery, achieved with powerful terahertz laser pulses on bismuth selenide, highlights a quantum effect tied to crystal symmetry. Findings were published in Nature Physics.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have found a way to alter the direction of energy flow in turbulence, challenging a theory established in 1941. The work, conducted at the University of Pittsburgh with Italian collaborators, was published in Science Advances in 2025.

Researchers at the University of Chicago have developed a straightforward method to produce complex entangled quantum states using basic adjustments in optical cavity systems. The approach relies on existing laboratory tools and could advance quantum sensing applications. Their findings appear in a recent issue of Physical Review X.

Dilaporkan oleh AI

A mathematician at Queen Mary University of London has developed a framework called Gravity from Entropy that may reconcile the universe's increasing total entropy with the emergence of complex structures such as galaxies, stars and life.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak