Para peneliti di Nanyang Technological University di Singapura telah menghasilkan skyrmion optik menggunakan eksperimen optik berusia 200 tahun. Pendekatan ini menggantikan material kompleks dengan pengaturan laser dan cakram melingkar yang mendasar.
Para ilmuwan di Nanyang Technological University di Singapura menghidupkan kembali fenomena titik Poisson untuk menghasilkan pola pusaran stabil dalam cahaya yang dikenal sebagai skyrmion optik. Tim tersebut, yang dipimpin oleh Asisten Profesor Shen Yijie, menyinari laser ke cakram melingkar kecil untuk membentuk struktur tersebut tanpa memerlukan metamaterial yang mahal. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Optica ini menunjukkan bahwa metode tersebut secara bersamaan menciptakan empat jenis skyrmion: spin, Stokes, medan listrik, dan medan magnet. Simulasi komputer mengilustrasikan pola-pola tersebut sebagai susunan panah yang mewakili perubahan sifat cahaya. "Yang luar biasa adalah bahwa skyrmion optik sekarang dapat dihasilkan menggunakan efek sederhana di mana cahaya membelok di sekitar suatu objek," jelas Asisten Profesor Shen. Ia mencatat bahwa teknik ini menurunkan hambatan bagi para peneliti yang mempelajari aplikasi dalam penyimpanan data, komunikasi, dan komputasi. Titik Poisson, yang pertama kali diamati pada awal abad ke-19, memberikan bukti kunci bagi sifat gelombang cahaya melalui difraksi. Pekerjaan NTU ini dapat mendukung kemajuan dalam fotonik dan studi cahaya topologi.