Peneliti stabilkan fase materi baru menggunakan nanopartikel perak

Para ilmuwan di Brown University dan University of Michigan telah menciptakan dan menstabilkan fase kristal yang sebelumnya bersifat teoretis dengan merakit nanopartikel perak khusus. Terobosan yang diterbitkan dalam jurnal Science ini mengungkap detail transformasi kristal logam dan menunjukkan sifat optik kuantum pada suhu kamar.

Tim tersebut menyusun partikel perak berbentuk oktahedron terpancung, yang dijuluki mecon, menjadi superkisi yang sesuai dengan struktur perantara yang diprediksi oleh jalur Nishiyama-Wassermann. Struktur ini terbentuk selama pergeseran antara susunan kubus berpusat muka (face-centered cubic) dan kubus berpusat badan (body-centered cubic) pada logam seperti besi. Nanopartikel tersebut dilapisi dengan rantai molekuler yang membantu mengunci bentuk transisi di tempatnya, sehingga memungkinkan pengamatan langsung untuk pertama kalinya.

Artikel Terkait

MIT researchers examining a 3D holographic model of relaxor ferroelectric atomic structure visualized via multislice electron ptychography.
Gambar dihasilkan oleh AI

Tim yang dipimpin MIT menggunakan multislice electron ptychography untuk memetakan struktur 3D ferroelektrik relaksor

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Para peneliti MIT dan kolaborator telah berhasil mengarakterisasi struktur atom dan polar tiga dimensi dari ferroelektrik relaksor secara langsung menggunakan teknik yang disebut multislice electron ptychography. Mereka melaporkan bahwa fitur polarisasi utama berukuran lebih kecil daripada yang diprediksi oleh simulasi terkemuka—hasil yang dapat membantu menyempurnakan model yang digunakan untuk merancang perangkat penginderaan, komputasi, dan energi di masa depan.

Para ilmuwan di Rice University telah menentukan bahwa cerium magnesium hexalluminate, yang sebelumnya dianggap menyimpan cairan spin kuantum, justru menunjukkan wujud materi baru yang didorong oleh kekuatan magnetik yang saling bersaing. Penemuan yang dirinci dalam sebuah studi yang diterbitkan di Science Advances ini menjelaskan kurangnya keteraturan magnetik dan kontinum status energi pada material tersebut melalui eksperimen hamburan neutron. Para peneliti menggambarkannya sebagai pengamatan pertama dari fenomena semacam itu.

Dilaporkan oleh AI

Peneliti di Universitas Texas di Austin telah mengamati urutan fase magnetik eksotis dalam material ultratipis, memvalidasi model teoritis dari tahun 1970-an. Eksperimen tersebut melibatkan pendinginan nikel fosfor trisulfida hingga suhu rendah, mengungkap pusaran magnetik berputar dan keadaan teratur selanjutnya. Penemuan ini dapat menginformasikan teknologi magnetik nanoskala masa depan.

Para peneliti di King's College London telah menciptakan senyawa aluminium baru yang meniru reaktivitas logam langka. Penemuan yang memiliki struktur segitiga unik ini dapat memungkinkan proses kimia yang lebih murah dan ramah lingkungan. Dipimpin oleh Dr. Clare Bakewell, tim tersebut memublikasikan temuan mereka di Nature Communications.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti di KAIST telah mengamati secara langsung bagaimana gelombang kerapatan muatan membentuk pola yang tidak merata atau bercak di dalam material kuantum selama transisi fase. Dengan menggunakan mikroskopi 4D-STEM canggih, tim tersebut memetakan kekuatan dan koherensi pola elektron ini pada resolusi skala nano. Temuan ini mengungkapkan bahwa keteraturan elektronik tetap ada dalam kantong-kantong kecil bahkan di atas suhu transisi.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak