Nanoteknologi
Tim yang dipimpin MIT menggunakan multislice electron ptychography untuk memetakan struktur 3D ferroelektrik relaksor
Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi
Para peneliti MIT dan kolaborator telah berhasil mengarakterisasi struktur atom dan polar tiga dimensi dari ferroelektrik relaksor secara langsung menggunakan teknik yang disebut multislice electron ptychography. Mereka melaporkan bahwa fitur polarisasi utama berukuran lebih kecil daripada yang diprediksi oleh simulasi terkemuka—hasil yang dapat membantu menyempurnakan model yang digunakan untuk merancang perangkat penginderaan, komputasi, dan energi di masa depan.
Para peneliti di EPFL telah menciptakan laser ultracepat berskala chip pertama yang menyamai performa laser femtodetik meja tradisional. Perangkat ini menghasilkan pulsa sesingkat 147 femtodetik dengan energi sebesar 1,05 nanojoule.
Dilaporkan oleh AI
Para ilmuwan di Brown University dan University of Michigan telah menciptakan dan menstabilkan fase kristal yang sebelumnya bersifat teoretis dengan merakit nanopartikel perak khusus. Terobosan yang diterbitkan dalam jurnal Science ini mengungkap detail transformasi kristal logam dan menunjukkan sifat optik kuantum pada suhu kamar.
Peneliti di EPFL telah menciptakan membran baru menggunakan nanopor berlapis lipid yang meningkatkan efisiensi produksi energi biru dari pencampuran air asin dan air tawar. Inovasi ini memungkinkan ion lewat lebih lancar, menghasilkan hingga tiga kali lebih banyak daya daripada teknologi yang ada. Kemajuan ini dapat membuat energi osmotik menjadi sumber terbarukan yang lebih layak.
Dilaporkan oleh AI
Peneliti di Universitas Texas di Austin telah mengamati urutan fase magnetik eksotis dalam material ultratipis, memvalidasi model teoritis dari tahun 1970-an. Eksperimen tersebut melibatkan pendinginan nikel fosfor trisulfida hingga suhu rendah, mengungkap pusaran magnetik berputar dan keadaan teratur selanjutnya. Penemuan ini dapat menginformasikan teknologi magnetik nanoskala masa depan.
Peneliti di Pusat RIKEN untuk Ilmu Materi Emergente Jepang telah mempelopori metode untuk mengukir perangkat nanoskala tiga dimensi dari kristal tunggal menggunakan sinar ion terfokus. Dengan membentuk struktur heliks dari kristal magnetik, mereka menciptakan dioda yang dapat dialihkan yang mengarahkan listrik secara lebih disukai ke satu arah. Pendekatan geometris ini dapat memungkinkan elektronik yang lebih efisien.
Dilaporkan oleh AI
Sebuah tim ilmuwan telah mengembangkan metode baru untuk memanipulasi material kuantum menggunakan eksiton, melewati kebutuhan laser intens. Pendekatan ini, yang dipimpin oleh Okinawa Institute of Science and Technology dan Stanford University, mencapai efek Floquet yang kuat dengan energi jauh lebih sedikit, mengurangi risiko kerusakan material. Temuan, yang diterbitkan di Nature Physics, membuka jalan bagi perangkat kuantum canggih.
Ilmuwan amati atom berputar balik dalam eksperimen kuantum
17 Mei 2026 10.10Nanopartikel mengurangi amyloid-β dan meningkatkan kognisi pada model tikus Alzheimer, lapor peneliti
13 Mei 2026 15.25Ilmuwan pecahkan misteri karet berpenguat berusia 100 tahun
28 April 2026 22.06Ilmuwan KAIST visualisasikan gelombang kerapatan muatan yang tidak merata pada material kuantum
25 Maret 2026 02.59Peneliti membuat 'film atom' yang menunjukkan pergerakan atom sebelum peluruhan akibat radiasi
02 Maret 2026 14.35Ilmuwan NYU gunakan cahaya untuk mengendalikan pembentukan kristal
01 Maret 2026 09.17Peneliti Oregon State laporkan nanomaterial berbasis besi yang hilangkan tumor kanker payudara pada tikus
19 Februari 2026 08.45Ilmuwan menciptakan pori-pori seukuran atom yang meniru saluran ion biologis
18 Februari 2026 16.12Northwestern menyusun ulang vaksin HPV untuk meningkatkan serangan sel T pada tumor
29 Januari 2026 00.09Peneliti mengembangkan nanopartikel untuk menargetkan protein penyakit