Ilmuwan NYU gunakan cahaya untuk mengendalikan pembentukan kristal

Peneliti di New York University telah mengembangkan metode untuk mengarahkan perakitan partikel mikroskopis menjadi kristal menggunakan cahaya. Teknik ini, yang dirinci dalam jurnal Chem, memungkinkan pengendalian waktu nyata atas pertumbuhan dan pelarutan kristal. Pendekatan ini dapat memungkinkan material responsif baru untuk aplikasi dalam optik dan fotonik.

Kristal membentuk dasar banyak struktur alami dan teknologi, dari butiran salju hingga silikon dalam elektronik. Namun, mengendalikan pembentukannya secara presisi telah menjadi tantangan, karena partikel biasanya merakit diri sendiri. nnTim yang dipimpin oleh Stefano Sacanna, profesor kimia di NYU, mengatasi ini dengan memasukkan molekul sensitif cahaya yang disebut fotoasam ke dalam suspensi cair partikel koloid. Bola-bola kecil ini meniru susunan atom dalam kristal dan digunakan dalam sensor dan laser. Ketika cahaya mengenai fotoasam, mereka menjadi lebih asam, mengubah muatan permukaan partikel dan dengan demikian tarikan atau tolakannya. nn“Pada dasarnya, kami menggunakan cahaya sebagai pengontrol jarak jauh untuk memprogram bagaimana materi mengatur dirinya pada skala mikro,” kata Sacanna. nnEksperimen dan simulasi menunjukkan bahwa memvariasikan intensitas, durasi, atau pola cahaya memungkinkan manipulasi presisi. Peneliti dapat memicu pembentukan kristal, melelehkan yang ada, membentuk ulang struktur, atau menciptakan perakitan lebih besar yang seragam. Steven van Kesteren, mantan peneliti pascadoktor di lab Sacanna yang sekarang di ETH Zürich, mencatat: “Hanya menaikkan atau menurunkan cahaya sedikit membuat perbedaan antara partikel menempel sepenuhnya atau benar-benar bebas.” nnMetode ini beroperasi dalam pengaturan “one-pot” tunggal, merakit dan membongkar partikel secara reversibel tanpa mengubah kondisi lain. Kesederhanaan ini berasal dari kemudahan pengendalian cahaya, memungkinkan perilaku kompleks seperti melarutkan secara selektif wilayah kristal tertentu. nnPekerjaan ini, didukung oleh US Army Research Office, Swiss National Science Foundation, dan Simons Center NYU, menunjuk ke material yang dapat diprogram dengan cahaya. Glen Hocky, associate professor kimia di NYU, mengatakan: “Pendekatan kami membawa kita lebih dekat ke material koloid dinamis dan yang dapat diprogram yang dapat dikonfigurasi ulang sesuai permintaan.” nnPenulis tambahan termasuk Nicole Smina, Shihao Zang, dan Cheuk Wai Leung, semuanya dari NYU.

Artikel Terkait

Researchers at Japan's RIKEN Center for Emergent Matter Science have pioneered a method to carve three-dimensional nanoscale devices from single crystals using focused ion beams. By shaping helical structures from a magnetic crystal, they created switchable diodes that direct electricity preferentially in one direction. This geometric approach could enable more efficient electronics.

Dilaporkan oleh AI

Physicists at New York University have developed a new type of time crystal using sound waves to suspend tiny styrofoam beads, resulting in nonreciprocal interactions that defy Newton's third law of motion. The compact, visible system oscillates in a steady rhythm and was detailed in Physical Review Letters. Researchers suggest potential applications in quantum computing and insights into biological rhythms.

Researchers at The University of Osaka have developed ultra-small pores in silicon nitride membranes that approach the scale of natural ion channels. These structures enable repeatable opening and closing through voltage-controlled chemical reactions. The advance could aid DNA sequencing and neuromorphic computing.

Dilaporkan oleh AI

Researchers have experimentally observed a hidden quantum geometry in materials that steers electrons similarly to how gravity bends light. The discovery, made at the interface of two oxide materials, could advance quantum electronics and superconductivity. Published in Science, the findings highlight a long-theorized effect now confirmed in reality.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak