Ilmu Material

Ikuti
Photorealistic close-up of a POMbrane crystalline membrane with 1nm pores for molecular filtration
Gambar dihasilkan oleh AI

“POMbranes” yang terinspirasi dari alam menggunakan pori-pori seragam berukuran 1 nanometer untuk filtrasi molekuler ultra-selektif

Dilaporkan oleh AI Gambar dihasilkan oleh AI Fakta terverifikasi

Para peneliti dari India dan Singapura melaporkan adanya membran kristalin yang terbuat dari klaster polioksometalat dengan bukaan intrinsik selebar sekitar 1 nanometer, yang memungkinkan pemisahan molekuler yang sangat tajam sehingga dapat membantu menurunkan penggunaan energi dalam beberapa langkah pemurnian industri dan penggunaan kembali air.

Fisikawan di University at Buffalo telah mengusulkan teknik penginderaan kuantum yang dapat mengidentifikasi altermagnet menggunakan cacat kecil pada berlian. Metode ini akan membantu mengonfirmasi sifat-sifat dari material yang baru diteorikan ini. Hal tersebut dirinci dalam makalah yang diterbitkan di Physical Review Letters.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti di University of Colorado Boulder telah mengembangkan material yang terbuat dari partikel berbentuk staples yang dapat berubah antara kondisi kuat dan fleksibel atau terurai sesuai perintah.

Para ilmuwan di California Polytechnic State University telah menemukan bentuk materi kuantum baru dengan memvariasikan medan magnet dari waktu ke waktu. Terobosan yang dirinci dalam Physical Review B ini menunjukkan bahwa kendali yang bergantung pada waktu dapat menghasilkan status kuantum stabil yang tidak memiliki padanan statis. Hal ini dapat memajukan komputasi kuantum dengan membuat sistem lebih tahan terhadap kesalahan.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti di EPFL telah mengembangkan Synthegy, sebuah kerangka kerja AI yang memungkinkan kimiawan memandu sintesis molekul kompleks menggunakan instruksi bahasa yang sederhana. Sistem ini menggabungkan algoritma tradisional dengan model bahasa besar untuk mengevaluasi dan memeringkat jalur reaksi. Sistem ini juga membantu dalam memahami mekanisme reaksi, yang berpotensi mempercepat penemuan obat.

Para ilmuwan di Chiba University, Jepang, telah mengembangkan material karbon baru bernama viciazites yang mampu menangkap CO2 dengan lebih efisien dan melepaskannya pada suhu rendah. Material ini menggunakan gugus nitrogen yang disusun secara presisi untuk menekan biaya energi, sehingga berpotensi memanfaatkan panas buang industri. Terobosan ini dapat membuat penangkapan karbon skala besar menjadi lebih terjangkau.

Dilaporkan oleh AI Fakta terverifikasi

Para ilmuwan di Fritz Haber Institute dari Max Planck Society dan kolaborator internasional mengatakan bahwa mereka telah merekonstruksi sebuah "film" waktu nyata tentang pergerakan atom selama hingga satu pikodetik sebelum peristiwa peluruhan yang dimediasi transfer elektron (ETMD), yang menunjukkan bahwa pergerakan nuklir dan geometri dapat sangat memengaruhi kapan peluruhan terjadi dan apa yang dihasilkannya.

 

 

 

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak