Para peneliti ciptakan status kuantum eksotis dengan medan magnet berwaktu

Para ilmuwan di California Polytechnic State University telah menemukan bentuk materi kuantum baru dengan memvariasikan medan magnet dari waktu ke waktu. Terobosan yang dirinci dalam Physical Review B ini menunjukkan bahwa kendali yang bergantung pada waktu dapat menghasilkan status kuantum stabil yang tidak memiliki padanan statis. Hal ini dapat memajukan komputasi kuantum dengan membuat sistem lebih tahan terhadap kesalahan.

Dalam studi yang diterbitkan di Physical Review B, dosen Departemen Fisika Cal Poly, Ian Powell, dan lulusan fisika baru-baru ini, Louis Buchalter, menunjukkan bahwa dengan secara cermat menggerakkan material menggunakan pergeseran magnetik berwaktu dapat membuka status kuantum eksotis. Status ini, yang tidak ada dalam kondisi statis normal, muncul dari medan magnet yang berubah secara berkala, sebagaimana diuraikan dalam makalah mereka yang berjudul 'Flux-Switching Floquet Engineering.' Referensi jurnal mencantumkan publikasi tersebut pada tahun 2026, volume 113, edisi 19, dengan DOI: 10.1103/c28t-x1dh. Material untuk penelitian ini disediakan oleh California Polytechnic State University. Powell menggambarkan penelitian ini sebagai 'kemajuan dalam pemahaman kita tentang bagaimana kendali yang bergantung pada waktu dapat menciptakan dan mengatur bentuk baru materi kuantum.' Ia menekankan bahwa 'sifat-sifat kuantum yang berguna tidak hanya bergantung pada bahan apa itu, tetapi pada bagaimana bahan tersebut digerakkan dalam waktu.' Temuan ini menjawab tantangan utama dalam teknologi kuantum: kerentanan terhadap kebisingan dan ketidaksempurnaan yang menyebabkan kesalahan. Dengan mengatur waktu medan magnet secara tepat, para peneliti menyarankan desain sistem kuantum yang lebih stabil, dengan potensi aplikasi dalam komputasi dan simulasi kuantum. Powell mencatat relevansinya bagi industri dengan menyatakan, 'Relevansi industri yang paling langsung dari studi kami adalah pada komputasi kuantum dan simulasi kuantum.' Ia menambahkan bahwa validasi eksperimental dan hubungan ke perangkat kuantum nyata diperlukan untuk dampak praktis di bidang seperti farmasi atau keuangan. Penelitian ini juga mengungkap pola matematis yang menyerupai pola dalam sistem berdimensi lebih tinggi dan memetakan diagram fase topologi untuk status-status ini. Buchalter, yang meraih gelar sarjana fisika dari Cal Poly pada tahun 2025, memperoleh pengalaman penelitian langsung. Ia berencana untuk mengejar gelar Master of Science dalam ilmu dan teknik material di University of Washington musim gugur ini, dengan fokus pada eksperimen materi kuantum. 'Saya percaya hasil kami membantu menunjukkan kekuatan rekayasa Floquet untuk mewujudkan sistem kuantum dengan properti yang sangat dapat disesuaikan,' kata Buchalter.

Artikel Terkait

Para ilmuwan di Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf telah menemukan kondisi Floquet yang sebelumnya tidak terlihat di dalam vorteks magnetik berukuran sangat kecil dengan menggunakan energi minimal dari gelombang magnetik. Temuan yang menantang asumsi sebelumnya ini dapat menghubungkan bidang elektronik, spintronika, dan teknologi kuantum. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal Science.

Dilaporkan oleh AI

Para peneliti di University of Oxford telah menghasilkan keluarga baru superposisi kuantum menggunakan komponen nonklasik dalam sistem ion terperangkap. Pekerjaan ini menunjukkan kendali terprogram atas status gerak eksotis dan dapat memajukan teknologi kuantum.

Para ilmuwan di Rice University telah menentukan bahwa cerium magnesium hexalluminate, yang sebelumnya dianggap menyimpan cairan spin kuantum, justru menunjukkan wujud materi baru yang didorong oleh kekuatan magnetik yang saling bersaing. Penemuan yang dirinci dalam sebuah studi yang diterbitkan di Science Advances ini menjelaskan kurangnya keteraturan magnetik dan kontinum status energi pada material tersebut melalui eksperimen hamburan neutron. Para peneliti menggambarkannya sebagai pengamatan pertama dari fenomena semacam itu.

Dilaporkan oleh AI

Tim peneliti internasional telah menemukan bahwa sistem kuantum dapat terlihat tidak memiliki memori dari satu sudut pandang, namun tetap menyimpan memori dari sudut pandang lain. Temuan yang didasarkan pada kerangka Schrödinger dan Heisenberg ini mengungkap efek memori tersembunyi dalam dinamika kuantum, yang dapat memengaruhi perancangan teknologi kuantum.

Situs web ini menggunakan cookie

Kami menggunakan cookie untuk analisis guna meningkatkan situs kami. Baca kebijakan privasi kami untuk informasi lebih lanjut.
Tolak